Ivan Gunawan Raih Rekor MURI Lewat Pameran Nusanova 2.0 Sekar Jagat

Smallest Font
Largest Font

Perancang busana Ivan Gunawan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah sukses menggelar pameran busana Nusanova 2.0: Sekar Jagat di Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik Hot. Ajang tersebut menampilkan karya berbasis batik Madura sekaligus menjadi ruang edukasi mode bagi masyarakat.

Pameran yang berlangsung selama tujuh hari ini mencatatkan angka kunjungan mencapai 2.600 orang. Acara gratis tersebut didominasi oleh kalangan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa jurusan fashion.

Puncak dari rangkaian acara Nusanova 2.0 ditandai dengan peragaan busana yang menampilkan sekitar 35 tampilan rancangan. Seluruh koleksi menonjolkan motif batik buatan pengrajin Madura dan dipasarkan secara terbatas hanya selama tiga bulan dalam setahun, yaitu Agustus hingga Oktober.

Pencapaian rekor MURI tersebut diakui Ivan didapatkan tanpa perencanaan pribadi. Proses pendaftaran seluruhnya dilakukan oleh pihak sahabatnya secara diam-diam.

"Alhamdulillah kemarin saya bikin pameran selama 7 hari. Pamerannya presentasi dari Nusanova 2.0 Sekar Jagat. Yang alhamdulillah ada 2.600 pengunjung yang hadir selama 7 hari. Terus pameran tersebut kemarin gratis, siapapun boleh masuk," kata Ivan Gunawan, Perancang Busana.

Tingginya antusiasme pengunjung muda dari latar belakang pendidikan vokasi mode memberikan kesan tersendiri bagi desainer kondang ini.

"Masyaallah-nya yang banyak hadir adalah anak-anak SMK, anak-anak kuliahan, khususnya mereka yang ada di jurusan fashion," ujar Ivan Gunawan.

Kehadiran pameran edukatif semacam ini diharapkan dapat menambah wawasan serta literasi fashion bagi generasi muda di Indonesia.

"Jadi saya senang banget kemarin bisa memberikan edukasi yang ringan buat teman-teman pecinta fashion supaya ke depannya mereka punya banyak literasi. Karena kalau aku, setahu aku di Indonesia jarang banget ada museum fashion atau pengetahuan fashion. Jadi ya itu yang aku lakukan," tutur Ivan Gunawan.

Penghargaan rekor dari MURI tersebut menjadi kejutan bagi Ivan karena ia tidak terlibat dalam pendaftaran administrasinya.

"Ternyata salah satu dari sahabat aku, mereka mendaftarkan bahwa saya untuk bisa layak untuk mendapatkan rekor MURI. Jadi surprise banget pas dikasih, nggak nyangka karena saya gak merasa ngedaftarin dan gak merasa ngelakuin itu. Jadi pas dapat ya surprise," kata Ivan Gunawan.

Proses persiapan pagelaran mode berunsur kebudayaan lokal ini membutuhkan daya dan upaya intensif, mulai dari pengolahan bahan hingga penentuan konsep visual.

"Ya kan karena mempersiapkan pagelaran itu kan nggak mudah ya. Aku harus ketemu sama pengrajin, aku harus nyuci kain, harus disetrika, mikirin konsepnya sampai akhirnya koleksi itu jadi," ungkap Ivan Gunawan.

Rangkaian pagelaran mode tersebut akhirnya ditutup dengan pelaksanaan fashion show yang berjalan tertib dan kondusif.

"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, sampai hari ini juga semuanya sangat kondusif. Jadi fashion show hari ini adalah puncaknya dari koleksi Nusanova," imbuh Ivan Gunawan.

Eksplorasi motif tradisional Madura diposisikan sebagai sorotan utama dalam puluhan karya rancangan yang dipamerkan.

"Jadi primadona dari koleksi ini... batik Madura. Jadi aku angkat, kebetulan pengrajinnya dari Madura. Jadi motif ini spesial semuanya saya buat dari batik," jelas Ivan Gunawan.

Inovasi desain kain tradisional dianggap sebagai keharusan bagi seorang perancang guna menjaga keberlanjutan karya serta ekosistem bisnis.

"Ya buat saya sebagai seorang pekerja seni, sebagai seorang desainer kan kita harus selalu mengeluarkan karya ya. Jadi saya berusaha mengeluarkan karya yang tidak berkesudahan," kata Ivan Gunawan.

Sisi komersial tetap diselaraskan dalam proses kreatif agar dapat mendukung peningkatan omzet operasional perusahaan mode miliknya.

"Ya balik lagi, kalau di usaha kan tetap harus menjalankan usaha, harus selalu ada income. Jadi harus memikirkan sesuatu yang bisa membuat omzet perusahaannya jadi bertambah. Jadi harus selalu berkarya," lanjut Ivan Gunawan.

Pagelaran busana gratis berbasis batik Madura ini juga disajikan Ivan sebagai wujud rasa syukur sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

"Ya bentuk kecintaan saya. Saya membuat pagelaran yang tidak murah, saya kasih gratis buat masyarakat Indonesia dan alhamdulillah masyarakat Indonesia bisa menerimanya dengan baik. Jadi ya ini salah satu bentuk rasa syukur yang saya representasikan untuk Indonesia," tegas Ivan Gunawan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed