Bank NTT Buka 220.194 Rekening SimPel dan Pecahkan Rekor MURI
Bank NTT bersama OJK Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi NTT memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan membuka 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) secara serentak melalui 23 kantor cabang, Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Pencapaian yang bertepatan dengan puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi NTT 2026 di SMAN 1 Rote Selatan ini melampaui rekor MURI sebelumnya di Provinsi Jambi pada 2016 yang mencatatkan 123.060 rekening.
Awalnya Bank NTT menargetkan 136.000 rekening, namun target tersebut dinaikkan menjadi 200.000 atas arahan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, sebelum akhirnya menembus angka 220.194 setelah proses verifikasi.
Duta Literasi Keuangan OJK Romualdus San Udika Jurnalos menyatakan bahwa para pelajar merupakan target nasabah masa depan yang perlu dibekali pemahaman pengelolaan keuangan sebelum memasuki bangku kuliah dan dunia kerja.
"Dan adik-adik SMA ini adalah target nasabah masa depan yang harus dikasih masukan dan pegangan kepada mereka ketika memasuki dunia kuliah dan kerja, bagaimana mengelola keuangan dengan baik," kata Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang jajan harian ke dalam rekening SimPel sebelum membelanjakan sisanya.
"Ketika saat ini mereka menerima uang jajan, bagaimana mereka mengaturnya mulai dengan menyisihkan terlebih dahulu, menabung sejak dini berbarengan hari ini dicatatkan dengan SimPel dan mereka membiasakan hal tersebut, kemudian sisanya baru dibelanjakan kebutuhan mereka," ujar Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Menurutnya, nominal kecil seperti uang jajan Rp5.000 tetap bisa menjadi titik awal pembentukan karakter disiplin finansial pada anak sekolah dasar.
"Satu poin penting bahwa setiap anak sekolah dasar selain pendidikan keuangan yang harus terdidik dari keluarga, di sekolah mereka mendapatkan tabungan SimPel. Mereka bisa diarahkan untuk menabung setiap hari dari uang mereka, misalnya Rp5.000 yang diberikan sebagai uang jajan, Rp1.000-Rp2.000-nya disisihkan untuk tabungan," kata Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Guna memastikan keberlanjutan program, ia meminta lembaga perbankan aktif melakukan pendampingan agar siswa tidak menitipkan uang secara tidak resmi.
"Kemudian, mungkin masukan untuk lembaga keuangan bahwa mereka harus menjemput bola dengan menyediakan layanan untuk mengarahkan adik-adik ini untuk menabung setiap minggu apa yang mereka sisihkan dari uang jajan mereka sehingga mereka tidak menyimpan sendiri atau menitipkan ke guru-guru. Itu akan menimbulkan suatu risiko yang tidak baik," tutur Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab mengelola tabungan sendiri secara langsung mendidik pelajar untuk belajar mandiri.
"Maka dari itu, ketika mereka punya tanggung jawab menyimpan sendiri, menabung sendiri uang mereka di bank yang diberikan oleh lembaga keuangan, itu sangat membantu mereka untuk menyiapkan diri mereka untuk mandiri ke depan menuju masa kuliah dan dunia kerja," ujar Romualdus San Udika Jurnalos, Duta Literasi Keuangan OJK.
Di sisi lain, pihak MURI mengapresiasi pencapaian ini sebagai sarana memperluas literasi dan inklusi keuangan sejak dini di wilayah NTT.
"Dan puji Tuhan, kegiatan hari ini berhasil mencatat pembukaan sebanyak 220.194 rekening SimPel secara serentak di seluruh wilayah Provinsi NTT dari 23 kantor cabang di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luar biasa!" kata Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Awan menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk dorongan untuk menanamkan budaya menabung pada anak-anak.
"Rekor pada hari ini tentunya bukan semata demi pengakuan atau mendapatkan sebuah penghargaan rekor MURI, tapi rekor hari ini adalah sebagai bentuk apresiasi bagi kami untuk mendorong kegiatan ini dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini dan juga menanamkan budaya menabung sejak usia dini. Inilah esensi sebuah rekor pada hari ini," ujar Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Pencapaian rekor ini juga memiliki makna mendalam karena berlangsung beberapa hari setelah bencana gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores.
"Di samping saya excited ya, jadi di tengah-tengah musibah yang terjadi, semangat untuk bangkit, semangat untuk pulih luar biasa ini dihadirkan oleh segenap masyarakat NTT. Tentunya ini rekor yang mengharukan di tengah-tengah situasi bencana yang terjadi. Masyarakat NTT telah membuktikan sebuah semangat, sebuah motivasi untuk bangkit, bangkit, dan bangkit pulih kembali," kata Awan Rahargo, Direktur Operasional MURI.
Manajemen bank daerah tersebut juga menilai momentum ini sebagai titik awal bagi kebangkitan masyarakat NTT menuju masa depan yang lebih baik.
"Hari ini dari titik paling selatan Indonesia, kita harus berbangga bahwa NTT mencetak satu rekor baru untuk kegiatan menabung yang paling banyak, sehingga atas rekor tersebut akan dicatat dalam Rekor MURI. Ini hal yang sangat membanggakan dan saya berpikir mungkin inilah awal dari kebangkitan kita di NTT ini untuk menyongsong satu masa depan yang lebih baik," kata Charlie Paulus, Direktur Utama Bank NTT.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow