Peringatan HUT ke 81 RI di Yogyakarta Diwarnai Rekor MURI dan Rekayasa Lalu Lintas

Smallest Font
Largest Font

Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Yogyakarta diwarnai dengan aksi pemecahan rekor MURI pembacaan teks Proklamasi dan Pancasila menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas serta persiapan pembentangan bendera raksasa. Aksi pemecahan rekor tersebut digelar di depan Istana Negara Gedung Agung dan kawasan Benteng Vredeburg Yogyakarta pada pertengahan Agustus 2026. Selain itu, KOREM 072/Pamungkas bersiap membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 481 meter di kawasan Malioboro pada Sabtu (15/8/2026).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi tinggi kegiatan inklusif tersebut. Ia menegaskan pentingnya pembangunan daerah yang memegang teguh prinsip agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

"Acara ini menurut saya bagus karena bagaimana inklusi itu betul-betul diangkat. Pembangunan berbasis inklusi, kemudian no one left behind itu menjadi satu hal yang penting," ujar Hasto kepada wartawan.

Guna mendukung prinsip inklusi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta menjamin seluruh anak penyandang disabilitas di wilayahnya memperoleh akses pendidikan gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta. "Jangan khawatir tidak bisa masuk sekolah negeri, jangan khawatir nanti harus bayar di swasta karena kami juga akan menanggung itu semua," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengimbau warga yang belum mendapatkan layanan pendidikan gratis tersebut untuk segera melapor ke instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti. "Kalau seandainya belum, ada yang belum, ada yang kelewatan, hubungi langsung Dinas Pendidikan," ungkap Hasto.

Ia pun memberi dorongan moral kepada para penyandang disabilitas agar terus berkarya dan tidak merasa rendah diri dalam bermasyarakat. "Banyak orang yang fisiknya belum tentu sempurna tetapi prestasinya luar biasa. Banyak juga orang yang fisiknya sempurna tapi belum tentu berprestasi," ucap Hasto. Ia meminta seluruh difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus optimistis dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

"Bagi para difabel yang ada di Kota Yogyakarta, ayolah kita tetap maju untuk diri kita, untuk masyarakat kita dan untuk bangsa dan negara," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menilai pencapaian rekor MURI ini bukan sekadar mengejar pengakuan angka, melainkan bentuk penegakan nilai-nilai kesetaraan dan kebangsaan. "Hari ini kita menyaksikan pembacaan teks Proklamasi menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas." Ia menambahkan bahwa semangat kemerdekaan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Tentu ini adalah inisiatif yang sangat layak kita apresiasi bersama: bukan pada upaya pencatatan rekor itu sendiri, melainkan pada esensi pesan yang hendak disampaikan," kata Sri Paduka Paku Alam dalam keterangan tertulis.

Paku Alam berharap kegiatan ini dapat memperkuat persatuan seluruh elemen warga negara Indonesia. "Kiranya pencatatan rekor hari ini, dapat menjadi satu lagi batu loncatan bagi kita semua, dalam memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi fondasi bangsa Indonesia."

Ia mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras yang berkesinambungan. "Mari senantiasa maknai kemerdekaan sebagai ikhtiar yang yang tak kenal akhir," papar Paku Alam.

Dukungan serupa disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti yang mengingatkan kembali amanat konstitusi terkait hak pendidikan bagi setiap warga negara. "Sesuai amanah konstitusi UUD 1945, Pasal 31, jelas bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan." Abdul Mu'ti menambahkan bahwa ketentuan tersebut juga diperkuat oleh regulasi sistem pendidikan nasional yang mengatur hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, termasuk warga negara yang memiliki kelainan fisik maupun kelainan intelektual juga berhak mendapatkan pendidikan khusus," paparnya.

Ia memaparkan komitmen kementeriannya dalam menjalankan program prioritas pemerintah untuk mewujudkan pendidikan inklusif di seluruh daerah. "Kami berkomitmen mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan untuk semua anak Indonesia, siapa pun mereka, di manapun mereka berada." Kemendikdasmen RI terus mengupayakan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat guna mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Dan dengan semangat kemerdekaan, kami ingin menumbuhkan terus semangat untuk melaksanakan amanat konstitusi mendukung Asta Cita Presiden mewujudkan Indonesia Emas 2045," imbuhnya.

Di sisi lain, guna mendukung acara Jogja Merah Putih berupa pembentangan bendera 481 meter dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Km, Satlantas Polresta Yogyakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas. Dilansir dari akun Instagram Dinas Pariwisata DIY dan Satlantas Polresta Yogyakarta, penutupan dan pengalihan arus di sejumlah titik seperti Simpang 4 Tugu, Simpang Korem, hingga Simpang 4 Gondomanan mulai diberlakukan secara bertahap sejak pukul 13.00 WIB.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed