Irak Usulkan Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi
Pemerintah Irak secara resmi mengusulkan pembentukan dewan koordinasi keamanan bersama yang melibatkan Iran dan Arab Saudi pada Minggu, 23 Agustus 2026, sebagai upaya meredakan ketegangan dan menjembatani krisis kepercayaan di antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Usulan tersebut disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional Irak, Qasim al-Araji, dalam wawancara di stasiun TV pemerintah Iraqiya TV. Draf inisiatif ini telah diserahkan secara resmi kepada Teheran dan Riyadh untuk membangun kembali jalur komunikasi diplomatik serta keamanan yang terstruktur.
"Masalah antara kedua negara ini adalah krisis kepercayaan," kata Al-Araji kepada stasiun televisi pemerintah Iraqiya TV pada Minggu.
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi maupun Iran belum memberikan tanggapan resmi mengenai usulan tersebut. Irak berharap dewan keamanan terpadu ini mampu menciptakan wadah konsultasi langsung untuk mencegah eskalasi konflik di wilayah perbatasan.
Inisiatif diplomatik Irak mengemuka setelah insiden serangan drone pada 27 Juli 2026 yang menargetkan fasilitas minyak Arab Saudi di Provinsi Timur serta wilayah Riyadh. Pemerintah Arab Saudi menuding kelompok yang berafiliasi dengan Iran meluncurkan drone tersebut dari wilayah Irak dan menegaskan haknya untuk melakukan aksi balasan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan menyeluruh oleh lembaga intelijen dan keamanan. Langkah ini diambil guna memastikan wilayah Irak tidak dimanfaatkan oleh kelompok milisi sebagai basis serangan terhadap negara tetangga.
Selain mengusulkan kerja sama keamanan regional, Bagdad menyoroti penguatan kendali senjata di dalam negeri demi menjaga kedaulatan nasional. Pemerintah Irak telah membentuk komite khusus penertiban senjata pada 3 Juni 2026 untuk mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata di wilayahnya.
"Keputusan mengenai opsi perang dan perdamaian sepenuhnya berada di tangan negara Irak," kata Al-Araji.
Hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi sempat mencair pada 2023 setelah kesepakatan pemulihan hubungan yang dimediasi oleh China. Namun, situasi geopolitik kembali memanas menyusul serangkaian konflik regional serta serangan terhadap pangkalan militer di kawasan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow