Iran Terima 5 Jasad IRGC Korban Serangan Gabungan AS-Arab Saudi
Jenazah lima personel Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dipulangkan ke Iran melalui perbatasan Mehran pada Jumat (31/7/2026). Para militer tersebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di wilayah Irak. Operasi militer gabungan yang diluncurkan pada Rabu (29/7/2026) menyasar milisi yang didukung Iran di Irak sebagai balasan atas aksi militer Iran sebelumnya.
Serangan tersebut menghantam posisi Hashed al-Shaabi di tujuh provinsi, memicu kerusakan material serta menewaskan sedikitnya 20 militan. Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengonfirmasi skala dampak dari gempuran udara tersebut di markas mereka.
"Tewas dan 32 lainnya terluka dalam serangan gabungan AS dan Saudi di Irak tersebut," tulis pernyataan resmi PMF dilansir media setempat.
PMF menambahkan bahwa agresi gabungan tersebut menargetkan pangkalan mereka di tujuh lokasi strategis, termasuk wilayah Baghdad, Nineveh di bagian utara, hingga Basra di selatan Irak. Pemerintah Iran bereaksi keras terhadap gempuran udara tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menilai aksi militer AS dan Arab Saudi telah melanggar kedaulatan wilayah Irak secara terang-terangan.
"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," tegas Kementerian Luar Negeri Iran dalam siaran resminya. Pihak kementerian menilai tindakan militer AS dan sekutunya melanggar prinsip hukum antarbangsa yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Irak," tambah pernyataan resmi kementerian yang juga menyebut aksi itu sebagai "pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional." Teheran turut memperingatkan bahwa serangan tersebut dirancang untuk memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. "Sejalan dengan ambisi Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat," tulis peringatan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Media IRNA mengonfirmasi kepulangan seluruh jasad anggota IRGC melalui jalur darat utama di provinsi barat Iran.
"Jenazah lima anggota IRGC yang tewas dalam serangan AS-Arab Saudi baru-baru ini di Irak dibawa ke negara melalui perbatasan Mehran, di provinsi Ilam bagian barat," lapor kantor berita pemerintah Iran, IRNA. Sebelum gelombang serangan terjadi, pejabat tinggi Gedung Putih menggelar koordinasi pertahanan intensif bersama pejabat sekutu di Washington untuk membahas langkah militer terhadap Iran. "Presiden Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman," kata seorang pejabat Amerika Serikat dilansir Axios.
Pertemuan tingkat tinggi itu membahas dinamika ketegangan militer terkini di kawasan setelah operasi gabungan diluncurkan.
"Menteri Pertahanan Arab Saudi menyampaikan pesan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kepada Trump mengenai perang dengan Iran dan eskalasi ketegangan di kawasan," tulis jurnalis Axios Barak Ravid di platform X. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan presisi tersebut telah membidik target spesifik di wilayah Irak pada Selasa (28/7/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow