Iran Serang Kapal Tanker UEA ADNOC SR01 di Selat Hormuz
Militer Iran menembak kapal tanker minyak ADNOC SR01 milik Uni Emirat Arab di Selat Hormuz pada Jumat, 7 Agustus 2026 subuh. Insiden tersebut memicu kecaman keras dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Kantor berita resmi WAM melaporkan bahwa serangan terhadap kapal milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) itu tidak menimbulkan korban jiwa. Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan.
Peristiwa ini menambah panjang daftar eskalasi keamanan di jalur pelayaran vital tersebut. Menurut data ADNOC, sebanyak 16 kapal tankernya telah diserang di Selat Hormuz sejak konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel meletus pada 28 Februari.
Kementerian Luar Negeri UEA menilai penembakan terhadap kapal tanker komersial itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang menjamin kebebasan navigasi internasional.
"Kementerian menegaskan bahwa penargetan pelayaran komersial serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan oleh Garda Revolusi Iran dan menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan beserta penduduknya, serta terhadap keamanan energi global," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.
Otoritas diplomatik Abu Dhabi juga menuntut penghentian seluruh aksi militer Iran di perairan strategis tersebut.
"Iran harus menghentikan serangan-serangan agresif ini dan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dan tanpa syarat," ujar Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Arab Saudi turut menyampaikan penolakan tegas atas tindakan Iran. Riyadh menganggap aksi agresif tersebut membahayakan keselamatan maritim serta rantai pasokan energi dunia.
"Kerajaan menganggap Iran bertanggung jawab atas konsekuensi dari agresi yang terus dilakukannya dan menuntut agar Iran segera menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini demi menjaga keamanan, stabilitas, dan keselamatan kawasan," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama UEA dalam menghadapi ancaman kedaulatan di wilayah Teluk.
"Kerajaan menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan negara sahabat Uni Emirat Arab serta dukungannya terhadap segala langkah yang diambil UEA untuk menjaga kedaulatan dan sumber dayanya," tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow