Indonesia dan Uni Eropa Persiapkan Penandatanganan IEU-CEPA Akhir 2026
Indonesia dan Uni Eropa sedang mengawal tahap akhir penandatanganan dan ratifikasi perjanjian kerjasama ekonomi komprehensif IEU-CEPA setelah hampir satu dekade perundingan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Penandatanganan naskah IEU-CEPA diproyeksikan terjadi pada akhir September atau awal Oktober 2026 setelah naskah berada di tangan Dewan Uni Eropa. Setelah itu, proses ratifikasi oleh Parlemen Eropa akan berlangsung selama sekitar 90 hari, dengan implementasi diharapkan mulai awal 2027.
Dialog Tingkat Tinggi Indonesia–Uni Eropa yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada 21 Agustus 2026 menegaskan pentingnya perjanjian ini dalam memperkuat akses pasar, investasi, dan kerja sama ekonomi kedua pihak.
"Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Menko Airlangga menerima kunjungan Menteri Kerja Sama Ekonomi Jerman bersama 15 perusahaan energi kemarin. Tingginya minat dunia usaha Eropa tersebut menunjukkan besarnya peluang penguatan hubungan ekonomi dan investasi Indonesia–Uni Eropa melalui IEU-CEPA yang diharapkan menjadi salah satu kendaraan utama untuk merealisasikan peluang tersebut," ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Para Duta Besar dan perwakilan negara anggota Uni Eropa mendukung percepatan ratifikasi dan menekankan pentingnya efektivitas implementasi. Mereka memberikan masukan untuk penyelesaian hambatan usaha, peningkatan transparansi, dan penyederhanaan prosedur, termasuk isu sertifikasi halal, SNI, dan TKDN.
Sejumlah negara anggota juga mengumumkan rencana kunjungan lanjutan seperti Bulgaria pada 14 September 2026 dan Yunani serta Finlandia pada Oktober 2026 untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.
Pemerintah Indonesia menyiapkan mekanisme implementasi terintegrasi, termasuk pembentukan tim de-bottlenecking di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian dan penunjukan single contact point untuk menghubungkan mitra Uni Eropa dengan kementerian teknis.
"Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa penyelesaian IEU-CEPA merupakan capaian penting yang perlu dilanjutkan dengan kerja sama erat pada tahap implementasi. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, IEU-CEPA diharapkan dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing, serta mendorong hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa yang semakin kuat dan saling menguntungkan," kata Haryo.
Pemerintah juga mempersiapkan regulasi pelaksana lintas kementerian dan penanganan isu terkait regulasi deforestasi, kebijakan baja, serta mekanisme penyesuaian karbon dari Uni Eropa.
Dunia usaha memberikan dukungan dengan usulan pembentukan satuan tugas gabungan dan platform promosi bilateral untuk mengatasi tantangan seperti ketergantungan bahan baku impor dan hambatan non-tarif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow