Indonesia dan China Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Hijau
Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperkuat kerja sama strategis di bidang perubahan iklim, transisi energi, serta pembangunan ekonomi hijau. Kesepakatan ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada Kamis (30/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menerima kunjungan Special Envoy for Climate Change China, Liu Zhenmin, untuk membahas tindak lanjut kemitraan kedua negara. Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang baru di sektor hijau.
Indonesia membawa prinsip utama dalam kolaborasi ini untuk memastikan perlindungan lingkungan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
"Perlindungan lingkungan harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan China untuk menghadirkan solusi nyata bagi aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan," kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat.
Jumhur menjelaskan bahwa Indonesia dan China memikul tanggung jawab bersama sebagai negara berkembang besar untuk mengatasi tantangan iklim global tanpa mengabaikan agenda pembangunan nasional.
"Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat," kata Moh Jumhur Hidayat.
Pemerintah Indonesia saat ini mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan kesejahteraan sebagai tiga pilar aksi iklim nasional. Pendekatan tersebut diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati, mekanisme pembagian manfaat, dan penerapan prinsip keadilan iklim.
Utusan Khusus China menyambut positif arah kebijakan nasional tersebut dan menyatakan kesiapan negaranya untuk memperluas kolaborasi teknis.
"Sementara itu, Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat China, HE Liu Zhenmin, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam agenda pembangunan hijau dan menegaskan kesiapan China untuk memperluas kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini, ekonomi sirkular, serta perlindungan lingkungan," ujar utusan tersebut.
Kedua negara menekankan pentingnya implementasi Persetujuan Paris dengan berpegang pada prinsip tanggung jawab yang diterimakan bersama. Selain itu, Indonesia dan China mendesak negara-negara maju untuk memenuhi komitmen pendanaan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas bagi negara berkembang.
Pertemuan bilateral ini juga mencakup pembahasan kerja sama energi terbarukan, pengelolaan sampah menjadi energi, hilirisasi mineral kritis, hingga riset bersama. Kedua pihak sepakat menindaklanjuti ruang kolaborasi tersebut melalui koordinasi teknis yang intensif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow