IHSG Menguat ke Level 6.236 Ditopang Sentimen PCE AS dan Bursa Asia
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini di zona hijau. Dikutip dari Investor Daily, IHSG melonjak sebesar 49,7 poin atau naik 0,8% hingga menyentuh posisi 6.236,1 pada penutupan pasar Jumat (31/7/2026).
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total nilai transaksi hingga Rp 18 triliun. Sebanyak 455 saham mengalami penguatan, sementara 205 saham terkoreksi, dan 303 saham berada di posisi stagnan.
Penguatan indeks didorong oleh mayoritas sektor saham di bursa. Sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,5%, disusul sektor kesehatan yang melesat 2,43%, serta sektor teknologi sebesar 2,23%.
Beberapa indeks sektoral lainnya yang turut tumbuh mencakup barang konsumen non-primer sebesar 1,95%, properti 1,52%, dan perindustrian 1,2%. Sebaliknya, penurunan hanya terjadi pada sektor barang konsumen primer yang terkikis tipis 0,03%.
Di jajaran saham unggulan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 7,6% dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 5,05%. Lonjakan signifikan juga dialami saham lapis bawah seperti PT Karya Pacific Energy Tex Tbk (IATA) yang melesat 33,3% ke Rp 76.
Selain itu, saham PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melesat 24,8% ke Rp 4.070 dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 24,5% menjadi Rp 710. Penguatan disusul PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) sebesar 24,5% ke Rp 406 dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) yang melonjak 23,8% ke Rp 130.
Namun, beberapa saham justru mengalami tekanan tajam. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melorot 8,6% ke Rp 530, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) terperosok 8,19% ke Rp 157, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) tergelincir 8,12% menjadi Rp 1.470.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa laju positif IHSG terdorong oleh pendorong eksternal dan internal. Dari global, melandainya inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS ke level 3,7% secara tahunan pada Juni turut memberikan stimulus positif bagi investor.
Dari dalam negeri, kepastian terkait pemisahan anggaran makan bergizi gratis dari dana pendidikan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi memberikan kepastian pasar. Selain itu, pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif memberikan angin segar terhadap stabilitas sistem keuangan.
Langkah beli bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp 100,16 miliar di pasar reguler pada sesi I juga memperkuat kepercayaan diri para pelaku pasar domestik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow