IHSG Melemah Tipis ke Level 6517 di Sesi Pertama Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesu dengan penurunan tipis 0,01 persen ke level 6.517 pada akhir sesi pertama perdagangan Senin (31/8/2026). Dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks domestik tertekan oleh penurunan bursa Asia serta sikap investor yang cenderung menghindari risiko.
Sentimen pasar saat ini terbebani oleh ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), lonjakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta pelaksanaan rebalancing indeks MSCI di pasar domestik.
Tekanan dari moneter AS meningkat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan pernyataan hawkish dalam forum Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026). Kebijakan tersebut kembali memicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September 2026 karena inflasi AS dinilai belum melambat secara signifikan.
Selain faktor moneter, eskalasi ketegangan antara AS dan Iran turut membayangi pasar keuangan. Militer AS menyasar peluncur roket Iran yang disinyalir bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.
"Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Pasar kemudian mengantisipasi kenaikan harga minyak yang dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi," papar Pilarmas Investindo Sekuritas.
Kondisi inflasi yang berpotensi melambung berisiko mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter dunia, sehingga memicu kehati-hatian investor. Dari dalam negeri, pergerakan IHSG juga tertahan oleh penyesuaian bobot saham dalam rebalancing indeks MSCI yang berlaku mulai Senin (31/8/2026).
Proses rebalancing MSCI tersebut berpotensi memicu tekanan jual teknis terhadap saham-saham yang terdepak dari daftar konstituen. Kondisi ini membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas karena investor memilih mencermati dampak alokasi dana global, pergerakan harga minyak, dan arah kebijakan The Fed.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham mencatatkan kenaikan tertinggi pada sesi pertama, seperti PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Duta Anggada Realty Tbk (KOTA), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI). Sebaliknya, saham PT Karya Bersama Anugerah Tbk (RGAS), PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), PT Duta Graha Indah Tbk (DWGL), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) masuk dalam jajaran penekan utama indeks.
Untuk perdagangan hari ini, Pilarmas Investindo Sekuritas memberi rekomendasi beli untuk saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan rentang area support pada level 900 dan resistance di level 1.060.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow