IHSG Ditutup Menguat ke Level 6525 Sesi Perdagangan Senin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 7,36 poin atau 0,11 persen ke level 6.525,48 pada Senin (31/8/2026) sore. Pergerakan indeks saham terjadi di tengah para pelaku pasar yang mencermati dinamika sentimen dari tingkat global maupun domestik.
Selain indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan sebesar 2,01 poin atau 0,31 persen hingga mencapai posisi 643,83. Penguatan ini melengkapi pergerakan pasar saham domestik yang sempat berada di area negatif pada sesi pertama sebelum berbalik ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Penguatan IHSG dipimpin oleh sektor keuangan yang melonjak 1,23 persen, disusul sektor energi dan sektor keuangan lainnya yang naik masing-masing 0,94 persen dan 0,58 persen. Sebaliknya, sektor industri mengalami penurunan terdalam hingga 1,65 persen, diikuti sektor barang baku serta sektor barang konsumen primer.
Di tingkat regional, bursa saham Asia didominasi oleh pelemahan akibat kekhawatiran kebijakan moneter global. Hal ini dipicu oleh proyeksi arah suku bunga di Amerika Serikat serta dinamika geopolitik terkait kenaikan harga minyak di Selat Hormuz.
"Bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Warsh memperingatkan bahwa tingkat inflasi belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Pembuat kebijakan menegaskan komitmen mereka untuk membawa inflasi kembali ke target sasaran sebesar 2 persen.
Di dalam negeri, kehati-hatian investor dipengaruhi oleh penantian rilis data inflasi Agustus 2026 dan data perdagangan Juli 2026. Pasar turut diwarnai sentimen positif terkait persetujuan DPR RI atas penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 menggantikan Perry Warjiyo.
Total frekuensi perdagangan saham di bursa mencapai 2,37 juta kali transaksi dengan volume sebanyak 50,33 miliar lembar saham senilai Rp24,99 triliun. Sebanyak 413 saham tercatat menguat, 245 saham melemah, dan 305 saham tidak mengalami perubahan harga.
Deretan saham top gainers pada perdagangan ini dipimpin oleh DMS Propertindo (KOTA) yang menguat 34,16 persen ke level 216, Indo Acidatama (SRSN) naik 31,08 persen ke posisi 97, serta Asri Karya Lestari (ASLI) yang menanjak 25 persen ke level 310. Saham lain seperti BSIM dan FORU juga mencatatkan kenaikan harga terbesar.
Sementara itu, bursa regional Asia mencatat hasil bervariasi pada sore hari. Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah 0,23 persen ke posisi 66.256,00 dan Hang Seng Hong Kong turun 0,07 persen ke level 25.566,99. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite China naik 0,46 persen ke 3.986,30, Kospi Korea Selatan melesat 0,46 persen ke 6.820,02, dan Straits Times Singapura terangkat 0,97 persen ke level 5.755,36.
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.722 pada sore hari.
Untuk perdagangan harinya, Tim Analis Bareksa merekomendasikan strategi buy on weakness bagi sejumlah saham yang berada dekat level tertinggi 20 hari. Saham pilihan tersebut mencakup Merdeka Copper Gold (MDKA) dengan area beli Rp2.900–2.960, Surya Semesta Internusa (SSIA) pada area beli Rp1.720–1.790, serta MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) pada area beli Rp670–700.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow