IHSG Diprediksi Menguat 1 September 2026 Saat Bursa Asia Melemah

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Laju IHSG sebelumnya mencatatkan kenaikan tipis sebesar 7,3 poin atau 0,11 persen menuju level 6.525,4 pada penutupan hari kemarin, seperti dilansir dari Investor Daily.

Pergerakan bursa di kawasan Asia justru cenderung tertekan pada awal perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,91 persen, sementara Topix bergerak stagnan. Penurunan lebih dari 1 persen juga dialami indeks Kospi dan Kosdaq di Korea Selatan, disusul bursa Australia S&P/ASX 200 yang melemah 0,36 persen.

Kondisi serupa terjadi di Wall Street yang menutup perdagangan Senin, 31 Agustus 2026 dengan pelemahan di seluruh indeks utamanya. Tekanan pasar dipicu oleh kembali terjadinya aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Walau demikian, kinerja bulanan bursa saham AS tetap tercatat menguat secara keseluruhan.

Mempertimbangkan dinamika sentimen global dan domestik tersebut, sejumlah institusi sekuritas membagikan rekomendasi saham pilihan untuk strategi perdagangan hari ini.

Mandiri Sekuritas

Mandiri Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan utama untuk ditransaksikan investor:

Saham pertama ditutup pada level 208 dengan saran beli (Buy). Target harga dipatok pada level 216, sedangkan batas stop loss atau reversal disiapkan di area 204. Level support dan resistance masing-masing berada di 204 dan 216.

Saham kedua ditutup di harga 20.800 dengan rekomendasi beli (Buy). Target kenaikan diproyeksikan menyentuh 21.025, sementara titik stop loss ditetapkan di 20.600. Batas support berada di 20.600 dan resistance pada 21.025.

Saham ketiga dengan harga penutupan 2.960 juga mendapat rekomendasi beli (Buy). Target harga ditetapkan sebesar 3.020, dengan level stop loss di 2.920. Batas support tercatat pada 2.920 dan resistance di 3.020.

MNC Sekuritas

MNC Sekuritas membagikan empat opsi saham pilihan berdasarkan analisis teknikal gelombang (wave):

Saham BBNI menguat 2,12 persen ke level 3.860 dengan dominasi volume pembelian. Penguatan ini diperkirakan menjadi bagian dari wave (iii) dari wave [iii]. Rekomendasi yang diberikan adalah Buy on Weakness pada rentang 3.750-3.810, target harga di 3.940 dan 4.020, serta stoploss di bawah 3.660.

Saham HRUM naik 0,54 persen ke harga 925 diiringi akumulasi volume beli. Pergerakannya terindikasi berada pada bagian wave v dari wave (iii). Investor disarankan Trading Buy di kisaran 910-920, dengan target harga 970 dan 1.010, serta stoploss di bawah 905.

Saham INET mencatatkan kenaikan 2,94 persen menuju level 350 yang disertai volume pembelian. Posisi teknikalnya diperkirakan sedang berada pada bagian wave v dari wave (iii). Saran transaksi adalah Trading Buy di area 340-350, target harga 370 dan 388, serta stoploss di bawah 334.

Saham SIDO ditutup stagnan di level 352 dengan indikasi dorongan volume beli. Pergerakan saham diperkirakan memasuki bagian wave [v] dari wave C. MNC Sekuritas merekomendasikan Buy on Weakness pada rentang 334-340, target harga di 366 dan 386, serta batas stoploss di bawah 330.

BNI Sekuritas

BNI Sekuritas turut memberikan pandangan teknikal dengan merekomendasikan enam saham pilihan. Salah satu saham andalannya diproyeksikan memiliki target harga terdekat pada kisaran 14.300 hingga 14.600.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed