IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.538 pada Perdagangan 1 September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 12,64 poin atau 0,19 persen ke level 6.538,12 pada perdagangan Selasa (1/9/2026) pagi. Penguatan indeks terjadi di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap penyesuaian kembali portofolio indeks global.
Seiring penguatan indeks acuan utama, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut terkerek 0,92 poin atau 0,14 persen ke posisi 644,75. Laju IHSG bahkan sempat menyentuh level 6.540,92 atau naik 0,24 persen pada awal transaksi. Penguatan ini melanjutkan tren positif bulan Agustus 2026 yang mencatatkan reli 4,52 persen ke posisi 6.518, setelah sempat parkir di level 6.525,48 pada penutupan perdagangan Senin (31/8/2026).
Pergerakan pasar saham domestik pada awal September 2026 dipengaruhi oleh momentum berlakunya hasil rebalancing indeks MSCI per 1 September 2026, yang disusul rebalancing FTSE pada 18 September 2026. Selain itu, pergerakan indeks ditopang stabilitas rupiah di tengah pelemahan indeks dolar AS (DXY), meski di pasar valuta asing kurs rupiah pagi ini sempat bergerak melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.722 per dolar AS.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa regional Asia yang cenderung tertekan pada Selasa pagi. Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,06 persen ke 66.270,29, Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,87 persen ke 25.343,71, Indeks SSE Composite China turun 0,05 persen ke 3.984,22, dan Indeks Straits Times Singapura merosot 0,32 persen ke 5.737,16.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai penutupan positif IHSG di bulan Agustus menjadi katalis untuk melanjutkan penguatan, meski historis bulan September atau September Effect kerap diwarnai volatilitas. Berdasarkan data 2016 hingga 2025, IHSG mencatatkan 7 kali melemah dan 3 kali menguat di bulan September dengan rata-rata return minus 0,88 persen.
"September Effect adalah faktor risiko, bukan kepastian bahwa IHSG akan terkoreksi. Sehingga, peluang IHSG dapat netral hingga positif secara selektif. Bahkan potensi reli pun terbuka jika tekanan eksternal mereda dan rupiah stabil," kata M Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas.
Ia menambahkan bahwa kebijakan The Fed, keputusan suku bunga Bank Indonesia, stabilitas rupiah, geopolitik, harga minyak dunia, serta rebalancing indeks global menjadi sentimen utama pasar saham sepanjang September 2026.
"Kedua rebalancing indeks global ini dapat meningkatkan volatilitas IHSG pada awal hingga pertengahan September," kata M Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas.
Untuk perdagangan Selasa (1/9/2026), Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memberikan rekomendasi saham tertentu dengan strategi buy on weakness pada harga Rp1.035, memperhitungkan area support di Rp910 dan resistance di Rp1.070.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow