IHCBS 2026 Tekankan Transformasi SDM dengan Adopsi AI dan Digitalisasi
Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 menekankan pentingnya transformasi sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dilansir dari Investor Daily.
Acara yang berlangsung di Jakarta pada 12 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan IHCBS 2026 yang dijadwalkan pada 15-16 September di NICE, PIK 2. Penyelenggara menargetkan kehadiran lebih dari 6.000 pemimpin ekosistem dari berbagai kalangan bisnis, pemerintah, akademisi, dan komunitas profesional.
Yunus Triyonggo, Chairman Steering Committee GNIK dan Ketua Umum PPIK, menyatakan bahwa tantangan SDM saat ini bukan hanya soal ketersediaan talenta, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.
"Dengan hadirnya emerging technology dan AI, sudah selayaknya kita yang mengaku sebagai pengelola dan penanggung jawab SDM bertindak dengan aksi nyata," ujar Yunus di Jakarta, Rabu (12/08/2026).
Yunus menekankan bahwa perusahaan tidak bisa hanya menambahkan AI dalam proses bisnis lama tanpa perubahan mendasar. "Kalau kita investasi ke AI, kita tidak bisa hanya menyelipkan AI di sela-sela proses bisnis. Kita harus melakukan redesigning organization," tambahnya.
CEO One GML sekaligus Founder QuBisa, Suwardi Luis, menjelaskan bahwa transformasi digital harus tetap menempatkan manusia sebagai pusatnya. Tema IHCBS 2026 adalah "Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity."
"Produktivitas hari ini tidak bisa lepas dari AI dan digitalisasi, tetapi digitalisasi juga harus berorientasi pada human capital capability dan human-centric," kata Suwardi.
Suwardi juga mengingatkan bahwa tingginya penggunaan AI belum tentu berbanding lurus dengan produktivitas jika teknologi tidak dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah nyata. Ia memberikan contoh peningkatan produksi konten di platform QuBisa dari sekitar enam hingga tujuh menjadi sekitar 30 konten per bulan berkat AI.
Managing Director Kontan News, Cipta Wahyana, menilai isu SDM juga terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dalam jangka panjang, namun masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan laju pertumbuhan secara signifikan.
"Peningkatan produktivitas perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesiapan tenaga kerja, inovasi perusahaan hingga penciptaan lapangan kerja. AI kita adopsi, tetapi manusianya tetap yang paling utama," ujar Cipta.
IHCBS 2026 juga akan melibatkan 102 komunitas HR dari seluruh Indonesia dan menghadirkan lebih dari 70 pembicara, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow