Harga Bitcoin Melesat Tembus US$ 64.800 Didorong Revisi RUU Kripto AS

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pasar aset kripto global menguat tajam pada perdagangan Jumat (31/7/2026) pagi. Penguatan ini terdorong oleh kabar positif mengenai pembahasan revisi Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act di Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Investor Daily, kapitalisasi pasar kripto global melonjak 1,31% menjadi US$ 2,21 triliun dalam kurun 24 jam terakhir berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.45 WIB.

Kenaikan tersebut sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang menguat 1,35% ke level US$ 64.800 per koin. Nilai tersebut setara dengan Rp 1,16 miliar pada kurs Rp 18.047 per dolar AS.

Aset digital lainnya juga menunjukkan pergerakan positif. Indeks CoinDesk 20 naik 1,56%, sementara Ethereum menguat 0,81% ke US$ 1.923 dan Binance (BNB) melonjak 3,71% menuju US$ 592.

Langkah AS untuk menyusun regulasi pasar aset kripto yang komprehensif telah memasuki fase baru. Senator Thom Tillis dari Partai Republik dan Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat telah mengajukan draf revisi aturan etika kepada Gedung Putih.

Usulan perubahan tersebut berfokus pada pasal-pasal etika yang sempat mendapat sorotan dari sejumlah anggota Kongres AS. Penyesuaian ini diharapkan mampu memicu dukungan lintas partai.

Dalam draf terbaru, kewenangan penegakan larangan bagi pejabat federal untuk menerbitkan atau mensponsori token kripto dilimpahkan ke otoritas tingkat negara bagian. Ketentuan ini memangkas wewenang Jaksa Agung AS yang sebelumnya tercantum pada draf awal.

Peluang Pengesahan Regulasi di Senat

Penguatan aturan etika, perlindungan konsumen, penanganan kejahatan keuangan, serta integritas pasar dipandang sebagai syarat utama agar RUU tersebut memperoleh persetujuan yang lebih luas dari para legislator.

Penyesuaian draf ini berpotensi menarik simpati dari anggota Partai Demokrat. Sebelumnya, sejumlah senator Demokrat enggan memberikan dukungan jika aturan dinilai memberi celah keuntungan politik bagi Donald Trump.

Meskipun Partai Republik memegang mayoritas dengan 52 dari 47 kursi Senat saat ini, pengesahan CLARITY Act tetap membutuhkan minimal 60 suara dukungan. Oleh karena itu, pasokan suara dari Partai Demokrat menjadi kunci utama.

Waktu pembahasan regulasi ini terbilang sangat krusial mengingat Senat AS akan segera memasuki masa reses selama satu bulan. Penundaan kesepakatan dipastikan bakal mengulur kembali kepastian hukum pasar kripto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed