Harga Bitcoin Anjlok akibat Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Global

Smallest Font
Largest Font

Aset kripto Bitcoin mengalami penurunan nilai sebesar 1,38 persen menjadi US$ 77.445,2 per koin pada Rabu (2/9/2026) pagi WIB. Penurunan ini terpicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah global yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, seperti dilansir dari Investor Daily.

Pelemahan ini berdampak pada penurunan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 1,48 persen dalam 24 jam terakhir hingga menjadi US$ 2,6 triliun. Indeks CoinDesk 20 tertekan 1,69 persen, sementara aset kripto lain seperti Ethereum dan Binance Coin masing-masing terkoreksi 1,69 persen dan 1,18 persen.

Kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang terjadi di sejumlah negara utama, dengan Japanese Government Bond tenor 10 tahun menyentuh 3 persen dan tenor 30 tahun mencapai 4,18 persen. Di Amerika Serikat, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turut naik ke angka 4,78 persen.

Tekanan di pasar obligasi kian meningkat setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan kenaikan batas maksimum transaksi debt buyback US Treasury menjadi US$ 4 miliar mulai September. Kebijakan fiskal tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang atau debasement.

Kondisi pasar obligasi Jepang juga disorot karena mata uang yen melemah bersamaan dengan peningkatan imbal hasil obligasi. Lonjakan yield obligasi memperketat tekanan jangka pendek pada Bitcoin, namun berpotensi memicu bank sentral menambah likuiditas pasar di masa mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed