ESR dan INA Bangun Dua Fasilitas Logistik Modern di Cikarang

Smallest Font
Largest Font

Pemilik dan pengelola aset real estat ESR bersama Indonesia Investment Authority (INA) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 pada Selasa (11/8/2026). Proyek fasilitas industri dan logistik bertaraf Grade A di Kawasan Industri Jababeka ini ditargetkan rampung pada 2027, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Proyeksi pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diperkirakan melampaui US$ 188 miliar pada 2031. Pertumbuhan tersebut didorong oleh lonjakan permintaan di sektor e-commerce, peningkatan konsumsi domestik, serta ekspansi ekspor manufaktur.

Pengembangan ESR Cikarang Logistics Park 4 dirancang menjadi gudang sewa non-captive terbesar di area Jababeka untuk memenuhi kebutuhan penyedia jasa logistik pihak ketiga dan pabrik multinasional. Selain itu, kolaborasi investasi ini mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub berlantai tiga di MM2100 Industrial Town yang ditargetkan beroperasi pada 2028.

ESR menilai Indonesia memiliki pertumbuhan fundamental yang sangat kuat di kawasan Asia Tenggara.

"Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia," kata Jai Mirpuri, Head of Southeast Asia ESR.

Fasilitas di koridor timur Jabodetabek ini dikembangkan untuk merespons tingginya permintaan pasar terhadap area pergudangan berskala besar.

"Pembangunan ini berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi di kawasan logistik strategis, yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung otomatisasi, efisiensi operasional dan keberlanjutan," ujar Jai Mirpuri.

Kedua proyek tersebut bakal dilengkapi dengan daya dukung lantai yang diperkuat, jarak bebas vertikal tinggi, desain hemat energi, serta sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi.

Kemitraan strategis yang terjalin sejak 2023 ini ditujukan untuk mengisi celah pasar pergudangan modern Indonesia yang penetrasinya masih tergolong rendah.

"Bersama-sama, kami berupaya memperkuat infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia," kata Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed