China dan Rusia Kirim Pesan Peringatan Centenario Fidel Castro

Smallest Font
Largest Font

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah Kuba pada Senin (10/8) untuk memperingati 100 tahun kelahiran mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

Pesan diplomatik dari Moskow dan Beijing tersebut disampaikan di tengah pelaksanaan kolokium peringatan Fidel Castro di Havana yang berlangsung hingga 13 Agustus. Acara tersebut bertepatan dengan tanggal lahir sosok yang memimpin Kuba selama hampir separuh abad itu.

Dua surat apresiasi resmi tersebut ditujukan langsung kepada mantan Presiden Kuba Raúl Castro serta Presiden Kuba saat ini, Miguel Díaz-Canel Bermúdez.

Utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama kebudayaan, Mijaíl Shvydkói, membacakan pesan tertulis dari Vladimir Putin di hadapan para peserta kolokium.

"Simbol kebebasan, keadilan, dan patriotisme baik bagi rakyat Kuba sendiri maupun bagi jutaan orang di berbagai negara di dunia," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Pemerintah Rusia menegaskan penghormatan tinggi terhadap mendiang pemimpin revolusi Karibia tersebut atas kontribusinya dalam membangun kemitraan bilateral.

"Di Rusia, Fidel Castro selalu menikmati rasa hormat yang tulus karena dia memberikan kontribusi pribadi yang sangat besar bagi pengembangan hubungan persahabatan antara negara-negara kita," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Dalam dokumen resmi yang dibacakan diplomatnya, Kremlin juga mempertegas komitmen dukungan berkelanjutan bagi masyarakat di pulau tersebut.

"Di Rusia mereka menghormati ingatan suci Fidel Castro sebagai teman yang setia dan dapat diandalkan bagi negara kami serta menegaskan kembali solidaritas abadi kami dengan rakyat Kuba," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Secara terpisah, Anggota Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) sekaligus Kepala Departemen Internasional PKC, Liu Haixing, membacakan surat diplomatik yang dikirimkan oleh Presiden Xi Jinping pada pembukaan acara.

"Dalam peletakan batu pertama dan pemajuan hubungan pulau tersebut dengan China yang telah menjadi tolok ukur kerja sama antarnegara sosialis," kata Xi Jinping, Presiden China.

Pemimpin tertinggi Tiongkok itu juga menekankan pentingnya jejak kepemimpinan tokoh sejarah tersebut dalam diplomasi global.

"Warisan Fidel akan tetap ada dalam sejarah," kata Xi Jinping, Presiden China.

Pernyataan dukungan diplomatik ini bertepatan dengan bantuan fisik yang dikirimkan kedua negara sekutu untuk membantu meredakan krisis energi akut yang dialami Kuba sejak pertengahan 2024. Presiden Díaz-Canel baru saja mengapresiasi kedatangan bantuan 5.000 sistem fotovoltaik dari China, yang melengkapi bantuan dana 80 juta dolar AS serta 60.000 ton beras yang disetujui Beijing pada Januari.

Sementara itu, dukungan logistik dari Rusia tiba pada Maret lalu melalui kapal tanker Anatoli Kolodkin yang membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah guna menyokong pasokan energi darurat di pulau tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed