Carlos Barragán Melacak Penipu Love Scamming Ibunya hingga Nigeria
Carlos Barragán menelusuri jejak pelaku penipuan berkedok asmara atau love scamming yang memperdaya ibunya hingga ke Lagos, Nigeria. Penelusuran selama empat tahun tersebut membuka tabir kehidupan para pemuda pelaku penipuan siber yang dikenal sebagai Yahoo Boys.
Penyelidikan mandiri Carlos bermula saat ia menemukan surat elektronik mencurigakan milik ibunya, seorang dokter gigi. Pemeriksaan alamat IP menunjukkan bahwa pesan romantis dari pria yang mengaku tentara Amerika Serikat di Suriah itu sebenarnya dikirim dari Lagos.
"Saya tidak menganggap mereka begitu canggih. Saya tidak menganggap mereka begitu pintar... Kejadian ini benar-benar membuat saya terkejut," kata Carlos Barragán, putra korban penipuan.
Di Nigeria, Carlos dibantu oleh seorang penipu lokal bernama Biggie untuk menjelajahi kawasan Ikotun. Ia mendapati bahwa mayoritas pelaku adalah pemuda dengan pendidikan rendah dan keterbatasan ekonomi yang memanfaatkan modus pengiriman ribuan pesan secara massal.
"Dulu saya merawat ibu saya, lalu adik perempuan saya, kemudian suami saya, dan anak-anak saya. Sepanjang hidup, saya selalu merawat orang lain,dan sekarang saya ingin seseorang yang bisa merawat saya," kata ibu Carlos Barragán, dalam email kepada pelaku.
Carlos juga mendapati pelaku lain bernama Azeez yang memulai aksi penipuan sejak usia 14 tahun dengan menyamar sebagai perempuan bernama Vanessa. Aksi tersebut terhenti setelah pihak keluarga mengancam akan mengusirnya jika tidak berhenti menipu.
"Aku terus berpikir... bagaimana mungkin seseorang seperti dia menjadi penipu yang menghabiskan malamnya berbicara dengan orang-orang kesepian di internet?" kata Carlos Barragán, merujuk pada Biggie.
Penelusuran Carlos mengungkap bahwa penipu menjalankan aksinya dengan memanfaatkan celah kesepian para korban melalui perhatian rutin setiap hari, bukan melalui sindikat kriminal terorganisir yang canggih.
"Mereka menyebutnya pengeboman," kata Carlos Barragán, menjelaskan istilah penipuan massal para Yahoo Boys.
Carlos menambahkan bahwa sebagian besar pelaku adalah anak-anak yang tidak memiliki wawasan luas tentang dunia Barat.
"Mereka anak-anak kecil yang tidak memiliki banyak pengetahuan tentang dunia Barat," kata Carlos Barragán, memberikan penilaian atas latar belakang para pelaku.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan belasan pemuda lokal mengubah pandangan Carlos mengenai peta kejahatan siber berbasis asmara tersebut.
"Lebih mudah percaya bahwa ada jaringan kriminal yang kuat di Afrika Barat sedang merugikan kita daripada meyakini penipuan dilakukan satu orang dengan ponselnya," kata Carlos Barragán, menegaskan kesimpulannya.
Ibu Carlos kini telah menghapus sebagian besar korespondensi email tersebut setelah bukti lokasi asal pesan diperlihatkan kepadanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow