Bumi Resources Garap Proyek Gasifikasi Batu Bara Dua Juta Ton
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkuat strategi hilirisasi melalui penandatanganan kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan kerangka kerja EPCC untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Senin (10/8/2026).
Proyek Strategis Nasional ini dijalankan melalui PT Bumi Etam Chemical (BEC), yang merupakan perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), bekerja sama dengan PT Istana Karang Laut serta China National Chemical Engineering Co., Ltd., sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Fasilitas berkapasitas 2 juta ton per tahun ini berlokasi di Bengalon Coal Industrial Park untuk mengonversi batu bara menjadi metanol yang dibutuhkan industri petrokimia, manufaktur, dan energi. Penandatanganan FEED menjadi dasar penentuan desain fasilitas, kebutuhan teknologi, estimasi investasi, hingga kelayakan konstruksi.
Analis MNC Sekuritas Raka Junico menilai langkah ini sebagai milestones penting bagi BUMI dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat diversifikasi bisnis jangka panjang.
"Pasar akan melihat proyek ini sebagai milestone penting. Ketika sebuah proyek sudah masuk tahap FEED dan memiliki kerangka pelaksanaan EPCC, tingkat kepastian pengembangannya menjadi lebih kuat dibandingkan ketika masih berada pada tahap studi awal," kata Raka.
Pengembangan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor metanol, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong investasi di Kalimantan Timur.
"Apabila proyek berjalan sesuai rencana, BUMI tidak hanya memperoleh manfaat dari produksi batu bara, tetapi juga dari aktivitas pengolahan dan penjualan produk turunannya. Hal ini dapat memperkuat kualitas pendapatan dan membuat model bisnis perseroan lebih terintegrasi," ujarnya.
Di samping gasifikasi batu bara, BUMI juga memperluas portofolio bisnis ke sektor mineral seperti emas, perak, dan tembaga melalui aset Wolfram Limited di Australia. Langkah ini ditargetkan untuk membentuk komposisi EBITDA yang seimbang antara bisnis batu bara dan non-batu bara pada 2031.
"Gasifikasi memperkuat sisi hilirisasi bisnis batu bara, sementara dengan telah dimulainya produksi di Wolfram, memperluas sumber pertumbuhan di luar batu bara. Kombinasi keduanya dapat mengurangi ketergantungan BUMI terhadap satu komoditas sekaligus membuka peluang re-rating apabila kontribusi bisnis baru mulai terlihat," imbuhnya.
Dari sisi finansial, BUMI mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 29 persen menjadi US$867 juta pada paruh pertama tahun 2026. Laba usaha perseroan juga meningkat 51 persen menjadi US$83 juta, sementara laba bersih mencapai US$59 juta atau tumbuh 189 persen secara tahunan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow