BPS Waspadai Kenaikan Harga Pangan Akibat El Nino Hingga 2027
Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan risiko kenaikan harga pangan yang berpotensi berlangsung hingga awal 2027 akibat fenomena El Nino. Risiko ini perlu diwaspadai karena tekanan inflasi pada Agustus 2026 banyak berasal dari kelompok pangan yang bergejolak, dilansir dari Investor Daily.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa prediksi El Nino dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi faktor penting dalam memantau harga pangan ke depan.
"Berdasarkan informasi dari BMKG yang merilis prediksi El Nino di tahun 2026 yang berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Tentunya kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama dampaknya terhadap perubahan harga beberapa komoditas pangan," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
BPS mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi 0,88% yang memberikan andil 0,15% terhadap inflasi bulanan. Kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi kelompok ini.
Ateng menambahkan bahwa produksi hortikultura secara keseluruhan menurun dibanding bulan sebelumnya, terutama cabai rawit di daerah sentra seperti Kabupaten Sampang, Lamongan, dan Temanggung.
"Produksi komoditas hortikultura yang secara keseluruhan menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Cabai rawit mengalami penurunan produksi terutama di beberapa daerah sentra, seperti di Kabupaten Sampang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Temanggung," ujar Ateng.
Penurunan produksi cabai rawit turut menekan harganya, yang pada Agustus 2026 memberikan andil inflasi sebesar 0,02%. Beras juga menyumbang andil inflasi sebesar 0,02%, sementara daging ayam ras menjadi salah satu komoditas dengan tekanan harga terbesar pada Agustus 2026.
BPS menilai perkembangan produksi dan pasokan pangan harus terus dicermati. Jika El Nino berlanjut hingga awal 2027 dan mengganggu produksi komoditas pangan, maka tekanan terhadap harga dan inflasi pangan akan bertambah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow