Purbaya Yudhi Sadewa Mewaspadai Dampak El Nino Terhadap Inflasi

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewaspadai dampak fenomena El Nino terhadap stabilitas harga pangan dan energi yang berpotensi memicu lonjakan inflasi agregat, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa fenomena kemarau panjang tersebut berisiko mengganggu rantai pasokan bahan pangan serta distribusi di pasar, seperti dilansir dari Investor Daily. Kondisi ini memerlukan langkah antisipasi sejak dini dari pemerintah dan para pemangku kepentingan.

"Kita juga mewaspadai dampak fenomena El Nino terhadap sektor pangan dan energi," ucap Purbaya.

Risiko gangguan produksi akibat faktor cuaca dinilai dapat langsung mendorong kenaikan harga komoditas utama di tingkat konsumen.

"Gangguan terhadap produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga hingga memerlukan langkah antisipatif yang tepat sejak dini," tutur Purbaya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan pada Agustus 2026 telah mencapai 3,19 persen. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 3,86 persen dengan andil 1,13 persen, yang didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, hingga beras.

Gubernur Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa pihak otoritas moneter turut mengantisipasi pergerakan komponen harga pangan bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 4,06 persen pada Agustus 2026.

"Upaya yang akan dilakukan terkait dengan pengendalian inflasi pangan ini Bank Indonesia bersama dengan pemerintah melalui TPIP, TPID dan gerakan untuk pengendalian inflasi pangan akan berusaha untuk menjaga inflasi pangan. BI juga mengantisipasi risiko cuaca yang akan mempengaruhi panen raya pangan," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman, memproyeksikan inflasi tahunan dapat menyentuh 3,13 persen pada akhir 2026 jika harga energi bersubsidi dipertahankan.

"Dengan asumsi pemerintah mempertahankan harga energi bersubsidi pada level saat ini, kami memperkirakan inflasi tahunan akan mencapai sekitar 3,13% pada akhir 2026, dibandingkan dengan 2,92% pada 2025," ujar Faisal.

Faisal menambahkan bahwa risiko geopolitik global serta potensi lonjakan permintaan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memperkuat tekanan inflasi domestik.

"Selain itu, potensi terjadinya El Nino Godzilla perlu dipantau secara ketat karena dapat mengganggu produksi pertanian, meningkatkan harga pangan, dan memperkuat tekanan inflasi," terang Faisal.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed