BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Berlangsung Hingga Oktober
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino mencapai intensitas 75 persen atau sangat kuat yang berpotensi menekan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (29/7/2026).
Perhitungan BMKG per pertengahan Juli 2026 mencatat puncak musim kemarau terbagi dalam tiga bulan utama. Bulan Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah, disusul Agustus sebagai periode terluas dengan 369 ZOM atau 48,48 persen wilayah, serta September yang meliputi 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah.
Koordinasi aktif terus dibangun pihak meteorologi bersama pemangku kepentingan daerah guna meminimalkan dampak iklim ekstrem yang tengah berlangsung.
"BMKG secara aktif berkomunikasi, berkoordinasi, serta melakukan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah, seperti pemerintah daerah (pemda), Forkopimda, BPBP, dan semua pihak yang membutuhkan informasi yang lebih detail dan bagaimana cara memitigasi serta beradaptasi terkait dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini," ujar Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.
Menghadapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis bagi lintas sektor. Sektor pertanian diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan menggunakan varietas tahan kering, sementara pemerintah diminta mengoptimalkan sumber air serta menjaga kapasitas air bendungan untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Selain itu, pemerintah daerah diwajibkan menyiapkan respons cepat guna mengantisipasi lonjakan polusi udara pemicu ISPA. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga diperketat melalui pemantauan dini, patroli terpadu, dan penanganan siaga di titik rawan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow