Bitcoin dan Ethereum Menguat Tajam Setelah Program Buyback AS Ditingkatkan
Pasar aset kripto mencatat penguatan signifikan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan penggandaan volume program pembelian kembali obligasi pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Bitcoin naik 8,24% ke level US$69.683,03 dan menguat 9,86% dalam sepekan, mendekati level psikologis US$70.000.
Ethereum melonjak 18,41% ke US$2.265,41 dengan kenaikan mingguan 20,69%, menandakan peningkatan selera risiko di pasar institusional.
Altcoin lain seperti Hyperliquid, XRP, Solana, Zcash, dan Dogecoin juga menunjukkan penguatan signifikan, mencerminkan aliran likuiditas baru ke pasar aset digital.
Penggandaan program buyback obligasi AS menekan yield surat utang, mengurangi daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan mendorong modal ke aset berisiko seperti kripto, menurut CNBC Indonesia.
Bitcoin kini diperkirakan semakin kecil peluang koreksi ke level US$40.000, meski risiko volatilitas masih ada karena tantangan inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed.
Yudhono Rawis, CEO FLOQ, menjelaskan empat faktor utama pengaruh Bitcoin: kebijakan suku bunga The Fed, arus dana ETF Bitcoin spot, kondisi makroekonomi global, dan faktor teknikal pasca-halving.
"Arah kebijakan suku bunga The Fed konsisten menjadi variabel paling berpengaruh karena memengaruhi selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin," ujar Yudhono.
Menurut Yudhono, perlambatan arus dana ETF Bitcoin spot menunjukkan sebagian investor institusional masih menunggu momentum yang tepat untuk akumulasi.
Dari sisi domestik, Yudhono menilai Indonesia bukan penentu harga Bitcoin, yang dibentuk oleh pasar global, tapi faktor lokal seperti regulasi dan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi respons investor Indonesia.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berperan karena harga Bitcoin di Indonesia dikonversi dari dolar AS, sehingga pelemahan rupiah membuat harga Bitcoin dalam rupiah naik meski harga dolar stabil," kata Yudhono.
Yudhono juga menyoroti pentingnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan rilis notulen FOMC AS pekan depan yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Harga Bitcoin pada 17 Agustus 2026 tercatat US$63.311, naik 0,78% secara harian namun turun mingguan dan bulanan, menurut data Trading Economics.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow