BEI Bakal Turunkan Batas Harga Saham dan Sesuaikan Aturan ARA ARB

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia merencanakan penurunan batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai dari Rp 50 menjadi Rp 1 guna mengoptimalkan mekanisme pembentukan harga serta meningkatkan likuiditas perdagangan.

Penyesuaian batas harga minimum ini diikuti dengan perombakan mekanisme Auto Rejection Atas dan Auto Rejection Bawah. Instrumen saham pada rentang Rp 1 hingga Rp 10 akan dikenakan batas nominal ARA dan ARB sebesar Rp 1, sedangkan rentang harga di atasnya menggunakan persentase bertahap.

Uji coba sistem oleh Anggota Bursa dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 29 Agustus 2026. Skema baru ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 7 September 2026 setelah pembahasan bersama asosiasi industri dan investor global.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan penyesuaian regulasi dilakukan untuk menciptakan pembentukan harga pasar yang lebih wajar.

"Detail akan kami sampaikan kemudian. Tujuan utamanya adalah agar price discovery menjadi lebih baik," kata Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengonfirmasi proses pengujian sistem sedang berjalan.

"Yang disampaikan Stockbit benar itu rencananya, sedang dalam pengujian," kata Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI.

Langkah ini disambut baik oleh pelaku industri sekuritas karena dinilai mampu membuka kembali akses transaksi pada saham-saham yang sebelumnya tertahan di level minimum Rp 50.

"Terhadap aturan tersebut, karena saham yang terkunci di harga Rp 50 sudah bisa ditransaksikan tentunya dapat mendorong transaksi perusahaan sekuritas," kata Steffen Fang, Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas.

Steffen menambahkan bahwa saham dengan sentimen negatif berisiko melanjutkan penurunan harga, namun investor kini memiliki fleksibilitas transaksi yang lebih besar.

Di sisi lain, perbaikan likuiditas dan mekanisme harga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mekanisme Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus.

"Penghapusan batas minimum harga saham Rp50 berpotensi meningkatkan likuiditas dan memperbaiki price discovery," kata Harry Su, Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia.

Harry mengingatkan pentingnya penguatan perlindungan bagi investor ritel terhadap risiko penurunan harga yang tajam pada saham spekulatif atau saham berkinerja buruk.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed