IHSG Anjlok 1,13 Persen Usai MSCI Pertahankan Status Freeze Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 72,08 poin atau 1,13 persen menuju level 6.301,7 pada penutupan perdagangan Kamis (13/8/2026). Penurunan ini melanda seluruh sektor saham di bursa, seperti dilansir dari Investor Daily.

Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam hingga 2,9 persen. Pelemah disusul oleh sektor energi sebesar 2,32 persen, sektor perindustrian 2,3 persen, barang konsumen non-primer 1,59 persen, transportasi 1,3 persen, teknologi 1,2 persen, serta barang konsumen primer 1,05 persen.

Sektor lainnya turut tertekan, meliputi kesehatan yang turun 0,93 persen, infrastruktur 0,8 persen, properti 0,3 persen, dan keuangan 0,21 persen. Secara keseluruhan, sebanyak 474 saham melemah, 186 saham menguat, dan 303 saham stagnan dengan total nilai transaksi Rp 13,3 triliun.

Tekanan berat pada indeks ditengarai berasal dari sentimen hasil tinjauan MSCI August 2026. Lembaga tersebut memang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market, tetapi keputusan pembekuan atau freeze tetap memberlakukan kondisi tersebut tanpa penambahan konstituen baru.

MSCI juga mencabut beberapa saham dari indeks utamanya yang berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Keputusan ini dinilai Pilarmas Investindo Sekuritas mengurangi kontribusi saham Indonesia serta memicu ketidakpastian aliran dana asing berbasis indeks.

Di tengah tekanan domestik, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut mencakup penyampaian pengantar nota keuangan dan rancangan RAPBN 2027.

Meskipun indeks melemah tajam, sejumlah saham justru melaju pesat dan melawan arus. Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang merupakan anggota indeks LQ45 tercatat menguat 2,73 persen.

Lonjakan harga signifikan senilai 22 persen hingga 25 persen dialami lima saham top gainers, di mana empat di antaranya berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Penguatan tertinggi dipimpin oleh PT Ekadharma International Tbk (EKAD) yang melesat 25 persen ke harga Rp 300. Diikuti oleh PT Multitrend Indo Tbk (BABY) yang melejit 24,7 persen menjadi Rp 272.

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) turut menguat 24,7 persen menuju level Rp 1.285. Selanjutnya, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 24,6 persen menjadi Rp 960 dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) terangkat 22,9 persen ke Rp 910.

Sebaliknya, beberapa saham mencatatkan penurunan tajam. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) anjlok 14,9 persen ke harga Rp 182, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) merosot 14,8 persen menjadi Rp 63, dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) turun 14,7 persen ke level Rp 665.

Pelemahan mendalam juga dialami PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) yang terkoreksi 9,7 persen menjadi Rp 555, serta PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) yang menyusut 9,5 persen ke posisi Rp 380.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed