IHSG Sesi I 2 September 2026 Melemah ke Level 658145

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,28 persen atau berkurang 18,50 poin ke posisi 6.581,45 pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu (2/9/2026). Penurunan indeks dipicu aksi jual investor asing serta tertekannya saham-saham sektor barang baku dan energi.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi mencapai Rp9,92 triliun dengan volume perdagangan 32,97 miliar saham dan frekuensi transaksi 1,53 juta kali. Sebanyak 326 saham mengalami penurunan, 265 saham menguat, dan 191 saham ditransaksikan stagnan.

Sektor barang baku memimpin penurunan sebesar 1,79 persen, disusul sektor industri yang merosot 1,21 persen dan sektor infrastruktur sebesar 1,06 persen. Sebaliknya, sektor energi berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,59 persen.

Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp379,67 miliar di pasar reguler. Aksi jual asing terutama terjadi pada saham-saham teknologi dan tambang, sedangkan saham perbankan mencatatkan pembelian bersih tertinggi.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) memimpin nilai transaksi tertinggi di bursa, masing-masing sebesar Rp468,34 miliar dan Rp433,42 miliar. Saham BBRI terkoreksi 0,30 persen, sementara CUAN turun 1,66 persen.

Tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi bobot indeks hingga 4,63 poin, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 3,04 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 2,96 poin.

Saham berkapitalisasi besar lainnya seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT United Tractors Tbk (UNTR) turut menjadi penekan indeks.

Di jajaran LQ45, penurunan signifikan dialami saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang anjlok 5,04 persen, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 3,76 persen, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 2,81 persen. Saham EMTK, INKP, dan INDY juga turut tertahan di zona merah.

Pelemahan indeks dalam negeri sejalan dengan mayoritas bursa emerging market Asia Pasifik. Indeks KOSPI Korea Selatan merosot 3,23 persen, TWSE Taiwan turun 1,60 persen, dan NIFTY India terperosok 0,81 persen, sedangkan FBMKLCI Malaysia naik tipis 0,06 persen.

Sentimen global dipengaruhi oleh lonjakan konflik militer antara AS dan Iran yang mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Kondisi ini mendongkrak harga minyak mentah Brent di atas US$95,45 per barel dan WTI ke US$90,68 per barel, sehingga memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed.

Phillip Sekuritas Indonesia mencatat serangan militer di Timur Tengah memicu kenaikan biaya pinjaman dan menekan minat investor pada aset berisiko.

"Harga minyak mentah mencatat kenaikan tajam setelah militer AS menyatakan telah melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, indikasi kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah," papar Phillip Sekuritas Indonesia dalam catatan terbarunya.

Dari pasar uang domestik, nilai tukar rupiah di pasar spot merosot 0,28 persen ke level Rp17.776 per dolar AS seiring menguatnya indeks dolar AS ke posisi 99,724. Sebelumnya pada perdagangan 28 Agustus 2026, IHSG sempat menguat ke level 6.548,85 meskipun saham GOTO mencatatkan net foreign sell sebesar Rp134,90 miliar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed