Athos Salome Rilis Prediksi Konflik Arktik dan Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Parapsikolog asal Brasil, Athos Salomé, memprediksi peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kawasan Arktik pada tahun 2026. Sosok yang dikenal sebagai 'Nostradamus Modern' ini menuai perhatian luas setelah klaim ramalannya dilaporkan media Tyla dan dilansir dari Detik iNET.

Eskalasi di Timur Tengah diproyeksikan berkaitan erat dengan aktivitas pengayaan uranium Iran. Salomé menilai dinamika tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan regional baru pada kuartal kedua tahun 2026.

"Ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mencapai titik kritis," ramal sosok yang menyebut dirinya sebagai 'parapsikolog' tersebut, dikutip detikINET dari The Post.

Selain ketegangan regional, ramalan tersebut memuat kekhawatiran atas dampak langsung gejolak nuklir terhadap stabilitas kawasan secara luas.

Di samping isu Timur Tengah, Salomé juga mengklaim keberhasilannya menebak kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 pada laga final Piala Dunia. Dalam prediksinya, ia sempat menyebutkan bahwa tim pemenang akan mengenakan seragam berwarna api.

"Sementara banyak peramal dan komentator di seluruh dunia memprediksi Portugal atau negara lain yang akan mengangkat trofi, saya berhasil mengidentifikasi para finalis dan berulang kali menegaskan bahwa Spanyol adalah kandidat juara yang paling mungkin," ujarnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk meyakinkan publik atas akurasi firasatnya dibanding peramal lain.

"Hasil akhirnya kini telah membuktikan kebenaran prediksi tersebut," tambahnya.

Meski demikian, capaian ramalan Salomé masih dibanding-bandingkan dengan ketepatan tebakan kucing bernama Billy yang berhasil memprediksi 22 dari 24 pertandingan Piala Dunia 2026.

Prediksi Salomé selanjutnya menyoroti pergerakan militer Rusia di Arktik. Ia menyebutkan adanya pengerjaan penempatan sistem rudal strategis di kawasan kutub tersebut.

"Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi langsung dengan NATO saat es mencair pada tahun 2026, sebuah masa ketika jalur pelayaran baru dan cadangan energi dapat memainkan peran krusial," tuturnya memperingatkan.

Analisis ilmiah dari peneliti Existential Risk Lab Universitas Chicago, Carl Parkin, memaparkan bahwa penyusutan es laut Arktik memang membuka akses ekonomi dan kehadiran militer Rusia. Namun, situasi itu sekaligus mendatangkan risiko bagi pertahanan negara tersebut.

"Seiring mencairnya es, senjata nuklir Rusia menjadi semakin rentan," tulis Parkin, seorang peneliti di Existential Risk Lab Universitas Chicago.

Kondisi Arktik yang berubah menuntut kewaspadaan tinggi dari negara-negara anggota NATO dalam merespons pergerakan di wilayah tersebut.

"Sekutu harus mampu menyeimbangkan langkah secara cermat antara memanfaatkan kerentanan ini secara tepat dan menghindari reaksi berlebihan dari pihak Rusia," simpulnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed