Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Militer AS-Iran
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin (31/8/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi militer yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober 2026 naik US$ 2,39 (2,71%) menjadi US$ 90,49 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 2,36 (2,83%) menjadi US$ 85,76 per barel, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Eskalasi ini merupakan aksi militer langsung pertama antara kedua negara dalam sekitar satu bulan, memicu pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberikan respons keras setelah Iran meluncurkan rudal ke dua pangkalan militer AS di Yordania sebagai balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak, Iran.
Konflik yang memasuki bulan keenam ini kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah. Di sisi lain, persediaan minyak dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS turun sekitar 3,1 juta barel menjadi 286,6 juta barel, membuat pasar semakin sensitif terhadap potensi gangguan, terutama jika konflik meluas.
Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia, turun menjadi sekitar lima kapal per hari. Upaya mediator untuk membuka kembali jalur ini masih mengalami kebuntuan. Analis dari Gelber & Associates mengatakan sebagian pasokan minyak dari Teluk masih dapat melewati Selat Hormuz sehingga membatasi kenaikan harga, namun serangan militer langsung antara AS dan Iran memaksa pasar memasukkan premi risiko pasokan dalam harga minyak.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sanksi AS terhadap Iran bertujuan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan. Trump menyatakan minyak dari kesepakatan dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali SPR AS yang kini berada di dekat level terendah 44 tahun. Perusahaan energi global seperti Chevron, GE Vernova, ONGC, Eni, dan GeoPark bersiap menandatangani kesepakatan proyek energi di Venezuela, yang berpotensi menambah pasokan dan mengimbangi kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow