AS Melancarkan Serangan Terhadap Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz
Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap peluncur roket Iran di Selat Hormuz pada Minggu, 30 Agustus 2026, yang merupakan serangan militer pertama AS kepada Iran dalam sebulan terakhir.
Juru bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, mengatakan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tampak tengah mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut di wilayah tersebut. Serangan ini mengikuti operasi pembersihan ranjau laut oleh militer AS di jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.
Beberapa media semi-resmi Iran melaporkan ledakan di sekitar Pulau Larak, yang terletak di Selat Hormuz. IRGC menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa sejumlah anggota pasukan dan warga Iran tewas serta terluka akibat serangan AS tersebut.
Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman peluncuran rudal balistik sebagai balasan ke pangkalan militer AS di Yordania. Angkatan Bersenjata Yordania melaporkan telah mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udara mereka pada dini hari Senin, 31 Agustus 2026.
Sejak perang antara AS dan Iran yang berlangsung secara berkala sejak Februari 2026, serangan ini menandai eskalasi terbaru yang dikhawatirkan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Serangan terakhir AS terhadap Iran terjadi pada 29 Juli 2026, saat gelombang serangan besar menghantam puluhan target IRGC. Presiden AS Donald Trump menunda serangan baru pada 1 Agustus setelah mendapat desakan dari sekutu di Teluk.
Iran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tekanan dengan membatasi kapal pengangkut minyak dan gas yang melintasi jalur tersebut. Harga minyak mentah dunia naik setelah serangan AS, dengan kenaikan 1,8 persen untuk minyak AS dan 1,9 persen untuk minyak Brent.
Teheran menegaskan tidak akan mengizinkan AS melewati Selat Hormuz sebelum Washington memenuhi kewajiban dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni 2026. Sementara itu, Trump mengklaim Selat Hormuz tetap terbuka dan 24 kapal telah melewati dalam sepekan terakhir, meskipun lalu lintas masih rendah menurut laporan koalisi multinasional di bawah pengawasan Angkatan Laut AS.
Badan pemantau militer Inggris melaporkan proyektil tak dikenal menghantam kapal tanker di utara Khasab, Oman, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Tidak ada korban atau dampak lingkungan, dan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Militer AS juga menyatakan telah mengalihkan 83 kapal komersial dan menonaktifkan tiga kapal dalam rangka blokade pelabuhan Iran hingga Minggu, 30 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow