AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme
Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada Senin (24/8/2026). Kebijakan ini mengakhiri status isolasi dan pembatasan ekonomi berat yang membelit Suriah sejak 1979. Langkah strategis Washington ini turut mencabut status Organisasi Teroris Global terhadap Front Al Nusrah atau Hayat Tahrir Al Sham (HTS).
Keputusan tersebut diambil seiring pergeseran politik setelah pimpinan HTS, Ahmed Al Sharaa, menggulingkan rezim Bashar Al Assad pada Desember 2024. Pemerintah AS juga mencabut Peraturan tentang Sanksi terhadap Pemerintah dalam Daftar Teroris melalui Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC). Langkah ini menghapus Lisensi Umum No. 25 (GL25) karena dinilai tidak lagi diperlukan setelah HTS dikeluarkan dari daftar sanksi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kebijakan baru ini selaras dengan arahan Presiden Donald Trump untuk mendukung pemulihan ekonomi Suriah.
"Langkah hari ini akan membantu mendorong investasi tambahan di Suriah guna meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi," ujar Bessent. Ia menambahkan bahwa penyesuaian regulasi ini tetap mempertahankan komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan masa lalu.
"Tindakan hari ini akan membantu mendorong investasi tambahan di Suriah guna meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi," kata Bessent dalam sebuah pernyataan resmi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa keputusan ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan ekonomi masyarakat Suriah.
"Mengakhiri penetapan Suriah sebagai negara pendukung terorisme merupakan langkah bersejarah yang mengembalikan negara ini ke posisi alamiahnya dalam sistem ekonomi global," kata Rubio. Ia menjelaskan bahwa Damaskus di bawah kepemimpinan baru telah mengambil langkah nyata melawan kelompok radikal seperti ISIS dan Hezbollah serta bergabung dalam Koalisi Global. "Menghilangkan hambatan utama terakhir bagi masuknya investasi sektor swasta di Suriah, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi negara tersebut dan integrasinya kembali ke dalam ekonomi global," ujar Rubio.
Dari pihak Washington, Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack menekankan perubahan fundamental peran geopolitik Suriah di tingkat global.
"Langkah menentukan dalam perjalanan luar biasa Suriah dari isolasi menuju kemitraan, serta dari sumber terorisme menjadi mitra yang berkomitmen dalam perjuangan global melawannya," puji Barrack. Otoritas keuangan di Damaskus menyambut positif keputusan pencabutan sanksi dan pembukaan akses sistem keuangan internasional ini. "Mengakhiri penetapan Suriah sebagai negara pendukung terorisme merupakan langkah bersejarah yang mengembalikan negara ini ke posisi alamiahnya dalam sistem ekonomi global," ujar Gubernur Bank Sentral Suriah, Safwat Raslan.
Safwat menambahkan bahwa pihak perbankan nasional sedang memodernisasi infrastruktur keuangan agar berstandar internasional.
"Mengakhiri penetapan Suriah sebagai negara pendukung terorisme merupakan langkah bersejarah yang mengembalikan negara ini ke posisi alamiahnya dalam sistem ekonomi global," kata Raslan melalui akun X milik beliau. Respon senada disampaikan oleh jajaran kabinet pemerintahan transisi Suriah terkait dampak diplomasi dari kebijakan AS tersebut.
"Keberhasilan besar dan bersejarah bagi diplomasi Suriah," puji Menteri Keuangan Suriah Mohammed Barnieh sebagaimana dilaporkan SANA. Pencabutan status ini menyusul rangkaian diplomasi intensif Presiden Ahmed Al Sharaa, termasuk kunjungannya ke Gedung Putih dan pertemuan dengan Trump di Ankara serta Riyadh.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow