Ajaib Raih Investasi Strategis Rp 4,8 Triliun dari SBI Holdings

Smallest Font
Largest Font

Platform investasi Ajaib mengumumkan penerimaan investasi strategis senilai US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings, raksasa keuangan asal Jepang, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Suntikan dana ini membuat total modal yang dihimpun Ajaib menembus US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun, menjadi angka terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam empat tahun terakhir.

Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Anderson Sumarli mengenang bahwa nasabah pertama mereka adalah mahasiswa yang membeli saham satu lot demi satu lot.

"Nasabah pertama kami adalah mahasiswa yang beli saham satu lot demi satu lot. Sampai saat ini saya masih ingat betul rasanya deg-degan melihat portofolio investasi naik-turun meski hanya beberapa ribu rupiah," ujar Anderson.

Anderson menyatakan bahwa keberhasilan pendanaan ini didedikasikan untuk nasabah setia yang menyisihkan pendapatan mereka untuk berinvestasi.

"Hari ini, jutaan orang Indonesia menabung dan berinvestasi lewat Ajaib. Kalau ditanya investasi US$270 juta ini sebenarnya untuk siapa, jawabannya sederhana: untuk teman-teman yang setiap gajian menyisihkan sedikit demi sedikit untuk nabung saham dan kripto. Ini kepercayaan dunia kepada kalian, bukan cuma kepada kami," ujarnya.

Anderson juga menyoroti antusiasme komunitas saham dan kripto lokal dalam mempelajari literasi finansial, yang menurutnya sangat luar biasa di kancah global.

"Komunitas saham dan kripto di Indonesia itu luar biasa, mungkin yang paling semangat belajar di dunia," katanya.

Dia mengingatkan agar para investor pemula tidak terjebak tren sesaat atau FOMO, melainkan fokus pada kesabaran, pembelajaran, dan konsistensi.

"Pesan saya santai saja, cuan itu datang dari sabar, belajar, dan konsisten, bukan dari FOMO. Tugas kami memastikan begitu kalian siap mulai, semuanya aman, murah, dan gampang," ungkap Anderson.

Anderson mempertanyakan siapa yang benar-benar menikmati pertumbuhan ekonomi nasional yang konsisten sekitar lima persen setiap tahunnya.

"Ekonomi kita tumbuh sekitar lima persen setiap tahun. Pertanyaannya, siapa yang menikmati pertumbuhan itu?" ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa inovasi teknologi Ajaib bertujuan mendistribusikan potensi pertumbuhan pasar modal nasional kepada seluruh lapisan masyarakat dengan edukasi finansial yang kuat.

"Menurut saya, pasar modal dan pasar aset digital adalah cara terbaik untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi ke semua orang. Karena itu edukasi menjadi sangat penting, semakin banyak orang paham, semakin merata hasil pertumbuhan itu dirasakan," tegas Anderson.

Anderson juga mengakui bahwa pencapaian ini tidak mudah dan banyak tantangan yang mereka hadapi selama perjalanan membangun usaha ini.

"Jujur saja, perjalanan membangun usaha ini tidak mudah sama sekali, banyak jatuh-bangun yang tidak terlihat dari luar. Tapi berkat dukungan jutaan nasabah kami, hari ini kami bisa sampai di titik ini. Jadi pencapaian ini milik mereka juga," ujarnya.

Rencananya, dana investasi ini akan digunakan untuk mengembangkan lini bisnis Ajaib di kawasan regional Asia Tenggara, dengan prioritas tetap membangun ekosistem di dalam negeri.

"Harapan kami, porsi terbesar dari investasi ini terus tertanam di Indonesia. Selama pemerintah dan regulator terus membuka ruang bagi inovasi, di sinilah komitmen kami akan terus tumbuh. Kami berkomitmen untuk terus membangun bersama Indonesia," pungkas Anderson.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed