Ade Armando Sebut Dokter Tifa Harus Bersiap Hadapi Proses Hukum
Mantan kader PSI Ade Armando menyoroti keputusan Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa yang menyatakan menyudahi keterlibatannya dalam pengkajian dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ade menilai langkah tersebut tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.
Kritik tersebut disampaikan Ade karena perkara dugaan ijazah palsu sudah masuk ke ranah hukum. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui jalur persidangan.
"Dokter Tifa nampaknya kini harus menelan pil pahit. Ketokohannya mulai melemah," kata Ade dalam keterangannya, dilansir dari Warta Ekonomi.
Ade menambahkan bahwa penyelesaian di ruang publik saja tidak cukup untuk menuntaskan perkara tersebut. Oleh karena itu, tahapan persidangan menjadi proses yang wajib dijalani oleh pihak terlapor.
"Dia mungkin harus menerima kenyataan bahwa dia harus diadili. Mungkin harus bersiap dinyatakan bersalah, dan harus siap masuk penjara" ujar Ade.
Di sisi lain, Dokter Tifa saat ini tengah mengajukan proses praperadilan di PN Jakarta Selatan usai eksepsinya diterima hakim PN Jakarta Timur. Langkah praperadilan ini memicu tanggapan dari Joko Widodo yang mempertanyakan alasan tidak langsung masuk ke pokok perkara.
Jokowi menilai pihak yang yakin atas tuduhan ijazah palsu seharusnya membuktikannya di persidangan utama agar permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan secara tuntas.
"Kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," kata Jokowi.
Mantan Presiden tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk hadir jika dipanggil kembali sebagai saksi dalam proses persidangan. Ia berkomitmen membawa seluruh dokumen pendidikan resminya dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
"Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir membawa ijazah SD, SMP, SMA, dan yang S1 yang sekarang di Kejaksaan, semuanya akan kita tunjukkan," ucap Jokowi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow