Mabes TNI Terjunkan 100 Penyuluh Cegah Karhutla di Lampung
Markas Besar TNI menerjunkan 100 personel tim penyuluh ke Provinsi Lampung untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis edukasi masyarakat pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pengerahan pasukan khusus ini dilakukan menyusul ditemukannya titik panas baru di Taman Nasional Way Kambas pascabakaran seluas 123 hektar pada 23 hingga 24 Agustus lalu. Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa ratusan personel tersebut akan disebar secara bertahap ke daerah-daerah rawan di bawah jajaran Korem 043/Gatam selama kurang lebih satu bulan.
"Sebanyak 100 personel tim penyuluh Mabes TNI tiba di Provinsi Lampung untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat," kata Kristomei dalam keterangan di Bandarlampung, Lampung, Kamis.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk pelaksanaan mandat pimpinan tertinggi untuk mengantisipasi meluasnya titik api di kawasan rawan. "Kehadiran penyuluh Mabes TNI di Lampung merupakan respons atas arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya memperkuat langkah pencegahan," kata dia.
TNI memprioritaskan penyuluhan langsung guna memutus potensi timbulnya titik kebakaran baru dari aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan. "Para personel penyuluh akan diterjunkan ke berbagai wilayah di jajaran Korem 043/Gatam," kata Kristomei.
Sinergi dengan warga sekitar dinilai menjadi benteng utama dalam mengendalikan resiko bencana kebakaran sebelum meluas. "Tentunya kami mengapresiasi kehadiran para peyuluh dari Mabes TNI ini. Pendekatan preventif melalui edukasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian karhutla," ujarnya. Deteksi dini melalui sosialisasi diharapkan dapat menekan munculnya percikan api sebelum menjadi bencana yang sulit dipadamkan.
"Kami berharap melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan," ucap Kristomei.
Selain jalur darat melalui penyuluhan, pemadaman langsung juga dilakukan dari udara oleh Tim Alpha TNI yang melibatkan gabungan tiga matra di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Metode fast roping terpaksa diterapkan untuk menerjunkan pasukan karena medan lokasi bara api tidak memungkinkan untuk diakses melalui rute darat maupun jalur sungai. Operasi udara yang dipandu hasil pantauan drone thermal tersebut difokuskan untuk memburu dan memadamkan sisa bara api tersembunyi agar tidak memicu kebakaran susulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow