TNI Gelar Latihan Terintegrasi Trimatra di Lingga dan Dabo Singkep
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan terintegrasi tiga matra di Kabupaten Lingga dan Dabo Singkep, Kepulauan Riau, untuk menguji interoperabilitas personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam operasi gabungan, Selasa (4/8/2026) dan berikutnya. Latihan melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara dengan fokus pada kesiapan operasi terpadu serta kemampuan komando dan pengendalian hingga unit terkecil, dilaporkan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Muhammad Nas. Salah satu materi utama adalah penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Bandara Dabo Singkep, yang melibatkan 25 personel dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Yonif 328. Mereka bertugas mengamankan sasaran dan memberikan informasi kondisi medan sebelum pasukan utama mendarat.
Materi latihan ini didukung pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27 Biak dan menguji kemampuan operasi gabungan TNI secara komprehensif.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung latihan KDOL dan menyatakan pentingnya latihan ini sebagai sarana menguji efektivitas komando dan pengendalian serta kesiapan TNI melaksanakan operasi militer sesuai amanat undang-undang, termasuk menjaga wilayah terluar Indonesia. Yang diharapkan di sini adalah pimpinan TNI, dalam hal ini Panglima TNI bisa melaksanakan komando dan pengendalian dalam setiap operasi langsung sampai dengan unit yang terkecil, sampai dengan unit yang terbawah, ujar Brigjen Muhammad Nas.
Di sisi lain, TNI Angkatan Laut menyiapkan berbagai alutsista canggih yang akan diuji dalam latihan gabungan di Dabo Singkep pada 5 Agustus 2026, termasuk drone Kamikaze dan kapal permukaan tanpa awak (unmanned surface vessel/USV) berjenis penabrak peledak. Panglima Komando Armada II, Laksdya Denih Hendrata, menginspeksi kesiapan ratusan prajurit dan alutsista di Dermaga Madura, Surabaya, memastikan seluruh unsur siap tempur sebelum bertolak ke lokasi latihan.
Latihan ini adalah simulasi peperangan yang sesungguhnya. Jangan pernah menganggap ini sebagai rutinitas. Setiap prajurit harus berlatih seolah akan menghadapi pertempuran nyata, karena kemenangan di medan operasi ditentukan oleh tingkat kesiapan, disiplin, dan profesionalisme, bukan semata-mata oleh kekuatan, tegas Laksdya Denih Hendrata.
Latihan ini juga melibatkan taktik infiltrasi, pendaratan senyap, sabotase bawah air oleh pasukan elite Komando Pasukan Katak, serta simulasi pendaratan amfibi oleh Marinir, penyelam, dan penerbang TNI AL. Selain itu, latihan mencakup operasi siber, penembakan artileri, dan latihan tembak cepat antiserangan udara terhadap wahana udara nirawak.
Kapuspen TNI juga menambahkan, latihan ini sekaligus menunjukkan profesionalisme TNI dalam menjaga kedaulatan negara dan kesiapan menghadapi berbagai ancaman, termasuk operasi militer selain perang yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel dalam kegiatan bakti sosial dan kemasyarakatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow