Indonesia dan 20 Negara Gelar Latihan Militer Super Garuda Shield 2026 di Tiga Pulau
Indonesia bersama Amerika Serikat dan 19 negara lain menggelar latihan militer gabungan Super Garuda Shield (SGS) 2026 mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026 di tiga pulau besar Indonesia, yakni Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Latihan ini melibatkan 4.743 personel dari 21 negara, termasuk TNI, AS, Australia, Prancis, Inggris, Jepang, dan lainnya. Lokasi latihan tersebar di Bandung, Jakarta, Lampung, Baturaja, dan Nunukan.
Komandan Divisi Infanteri ke-4 AS, Patrick J. Ellis, mengatakan latihan ini penting untuk membangun sumber daya manusia yang menjaga keamanan kawasan Indo-Pasifik.
"Situasi keamanan di Indo-Pasifik sangat kompleks, dan kesiapan tidak bisa dibangun secara mendadak begitu krisis terjadi," ujar Patrick Ellis di Bandung, lokasi latihan resmi dimulai.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan latihan ini dilaksanakan untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjaga stabilitas keamanan kawasan. "Super Garuda Shield exercise sangat penting untuk kami, untuk hubungan bilateral, perdamaian, dan stabilitas keamanan kawasan," ujar Agus di Sesko TNI Bandung saat membuka latihan.
Agus menambahkan, latihan ini mengusung tema operasi gabungan multinasional di wilayah Jakarta, Bandung, Lampung, Baturaja, dan Kalimantan Utara. Latihan mencakup 12 materi, seperti operasi udara, pertempuran darat, evakuasi medis, serta kemampuan pertahanan siber yang kini menjadi fokus karena satuan siber TNI baru berusia tiga tahun.
"Kami di TNI baru tiga tahun memiliki satuan siber dan di sini latihan dari posko siber negara lain dan latihan-latihan lainnya," tambah Agus. Selain itu, latihan memperkuat materi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR) yang dilaksanakan di Kalimantan Utara. Latihan ini juga menjadi forum untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, dan kerja sama operasi gabungan antara TNI, USINDOPACOM, dan negara mitra.
Latihan Super Garuda Shield tahun ini berlangsung setelah Indonesia juga menggelar latihan bersama militer China yang mendapat kritik dari Taiwan.
Pada bulan April 2026, Indonesia meningkatkan kemitraan pertahanan dengan AS menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defence Cooperation Partnership), serta aktif dalam forum internasional lainnya. Sebelumnya, pada 15-28 Agustus 2026, TNI AD dan Angkatan Darat AS menyelesaikan latihan Ksatria Warrior di Baturaja, Sumatra Selatan, yang menggabungkan bantuan kemanusiaan dan pembangunan sipil. Kapten David Carrion dari Garda Nasional AS mengatakan latihan tersebut bukan hanya latihan militer biasa, melainkan juga memberikan dampak langsung pada komunitas lokal melalui pembangunan sekolah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow