Timnas Argentina Hadapi Inggris pada Semifinal Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Argentina dijadwalkan bertanding melawan Inggris dalam babak semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 16.00 waktu setempat. Laga perebutan tiket final ini mempertemukan skuad asuhan Lionel Scaloni dan tim besutan Thomas Tuchel tepat 40 tahun setelah momen ikonik Diego Maradona di Piala Dunia Meksiko 1986.

Pemenang dari pertandingan besar ini akan menantang Spanyol di babak final. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim nasional Spanyol berhasil melaju ke partai puncak usai menumbangkan Prancis dengan skor akhir 2-0.

Pertemuan ini membangkitkan sejarah rivalitas panjang kedua negara di Piala Dunia yang dimulai sejak kartu merah kapten Argentina, Antonio Ubaldo Rattin, di Wembley pada 1966. Ketegangan berlanjut pada drama kartu merah David Beckham di Prancis 1998, hingga aksi balas dendam Inggris pada Piala Dunia Korea-Jepang 2002.

Menjelang pertandingan, atmosfer laga klasik ini memicu lonjakan pemutaran lagu-lagu bertema Diego Maradona di platform Spotify. Lagu "Marado" milik Los Piojos mencatat kenaikan pemutaran lebih dari 60 persen, sementara lagu "La Mano de Dios" oleh Rodrigo meningkat hingga di atas 50 persen.

Pencipta lagu "La Mano de Dios", Alejandro Romero, membagikan kisah awal ketika ia meminta inspirasi untuk menggubah karya tersebut.

"Dios, dame una mano" kata Alejandro Romero, mantan kakak ipar Rodrigo.

Romero mengaku awalnya tidak menyadari bahwa lirik lagu yang ia tulis tersebut ditujukan khusus untuk menggambarkan sosok legendaris Diego Maradona.

"Recién a la altura de ‘en un potrero forjó una zurda inmortal’ entendí que era para Diego, pero yo estaba concentrado en un dictado interno. No comprendía bien lo que estaba escribiendo" ujar Alejandro Romero.

Penyanyi Rodrigo Bueno langsung memberikan reaksi emosional yang sangat kuat setelah membaca draf pertama lagu penghormatan tersebut di apartemennya.

"¡Vos no sabés lo que acabás de hacer! Este va a ser mi último éxito" kata Rodrigo Bueno sambil menangis usai keluar dari kamar mandi.

Selain kedua lagu tersebut, beberapa tembang bertema Maradona lain juga mengalami kenaikan pemutaran di Spotify. Lagu "Para siempre Diego" dari Ratones Paranoicos meningkat lebih dari 44 persen, diikuti oleh "¿Qué es Dios?" dari Las Pastillas del Abuelo sebesar 17 persen, dan "Capitán Pelusa" milik Los Cafres yang naik lebih dari 14 persen.

Vokalis Los Piojos, Ciro Martínez, turut menyuarakan lirik penuh kritik sosial dan politik dalam lagu bertema sang megabintang lapangan hijau tersebut.

"Cae las tropas de su majestad, y cae el norte de la Italia rica, y el Papa dando vueltas no se explica, muerde la lengua de Joao Havelange, Maradó, Maradó..." lantang Ciro Martínez.

Di sisi lain, band Los Ratones Paranoicos mengungkapkan kekaguman mendalam dan kecintaan suporter terhadap identitas sepak bola yang dibawa oleh pemilik nomor punggung 10 itu.

"Quisiera ver al Diego para siempre, gambeteando por toda la eternidad, es verdad que el Diego es lo más grande que hay, es nuestra religión, nuestra identidad" bunyi penggalan lirik lagu Ratones Paranoicos.

Melalui karya musiknya, grup Las Pastillas del Abuelo memberikan pesan simbolis mengenai taktik permainan dan keajaiban yang selalu melekat pada pemain nomor 10 Argentina.

"Y Jesús dijo me voy, de tácticas ya no hablo, pero un consejo les doy: la pelota siempre al 10, que ocurrirá otro milagro" senandung grup Las Pastillas del Abuelo.

Grup musik reggeae Los Cafres juga menggambarkan bagaimana pembelaan masyarakat dan suporter setia Argentina terhadap segala kritik yang menerpa sang kapten.

"Pelusa, no sé lo que quieren de vos, tus enemigos se muerden, tu gente no se cuestiona no se resiente, te espera con un grito caliente" lantun grup musik Los Cafres.

Berbeda dengan era Maradona yang penuh dengan ketegangan politik pasca-Guerra de las Malvinas 1982, skuad Argentina saat ini dipimpin oleh Lionel Messi yang berusia 39 tahun dengan pembawaan yang lebih tenang. Lionel Scaloni dan Thomas Tuchel secara terpisah menegaskan bahwa fokus kedua tim saat ini murni pada aspek taktik dan profesionalisme olahraga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed