Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026 Usai Takluk dari Argentina
Kegagalan tim nasional Inggris melaju ke babak final Piala Dunia 2026 memperpanjang catatan kelam mereka selama enam dekade terakhir setelah ditumbangkan Argentina dengan skor 1-2 pada laga semifinal di Stadion Atlanta, Mercedes-Benz, Kamis dini hari WIB, 16 Juli 2026. Kekalahan dramatis ini memastikan ambisi armada Tiga Singa untuk membawa sepak bola kembali ke tanah asal mereka harus kandas. Penantian panjang Inggris untuk mengangkat kembali trofi bergengsi sejak memenanginya pada tahun 1966 kini genap menyentuh angka 60 tahun.
Skuad asuhan Thomas Tuchel sejatinya sempat memimpin terlebih dahulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55 setelah memanfaatkan umpan silang Morgan Rogers. Namun, pertahanan rapat Inggris akhirnya jebol di menit-menit akhir pertandingan akibat gol penyeimbang Enzo Fernández dan sundulan maut Lautaro Martínez.
Hasil minor di Atlanta ini juga mengukuhkan babak semifinal sebagai tembok besar yang sulit dilewati oleh Inggris. Sebelum edisi 2026, Inggris juga harus rela terhenti di fase empat besar Piala Dunia 2018 di Rusia setelah ditundukkan oleh Kroasia.
Sebaliknya, kemenangan dramatis ini membawa kapten Argentina, Lionel Messi, mengukir sejarah emas baru di panggung dunia. Messi kini resmi menyamai rekor legenda Brasil seperti Pelé, Cafu, dan Ronaldo Nazário sebagai pemain yang mampu tampil di tiga laga final Piala Dunia yang berbeda, yaitu pada edisi 2014, 2022, dan 2026. Selain itu, pemain berjuluk La Pulga tersebut kini telah melampaui catatan 30 penampilan di turnamen sepak bola terakbar ini. Messi juga berpeluang besar mencatatkan diri sebagai pesepak bola pertama yang menyabet penghargaan Golden Ball dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda.
Secara tim, tim nasional Argentina kini telah mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah penampilan final terbanyak kedua sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 7 kali masuk ke partai puncak. Albiceleste hanya berada di bawah Jerman yang mengoleksi 8 penampilan final, serta berhasil melampaui rekor 6 kali final milik Italia. Laga klasik sarat tensi tinggi ini juga sempat diwarnai oleh kebangkitan sentimen sejarah terkait konflik Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas di luar lapangan. Pertemuan kedua tim di babak gugur selalu memicu rivalitas mendalam yang telah mengakar kuat sejak duel legendaris mereka pada Piala Dunia 1986 silam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow