Argentina Tekuk Inggris 2-1 dan Melaju ke Final Piala Dunia
Tim nasional Argentina berhasil menembus babak final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dengan skor tipis 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Atlanta pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kemenangan dramatis ini diraih berkat dua gol larut yang dicetak oleh Enzo Fernandez dan pemain pengganti Lautaro Martinez pada menit-menit akhir babak kedua.
Inggris sebenarnya sempat memimpin kedudukan terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Anthony Gordon pada menit ke-55 setelah memaksimalkan umpan silang Morgan Rogers.
Namun, taktik bertahan yang diterapkan oleh pelatih Inggris Thomas Tuchel membuat Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 88 persen dan terus mengurung pertahanan Inggris pada sisa waktu pertandingan.
Lionel Messi tampil sebagai kreator utama dengan memberikan umpan matang bagi gol penyama kedudukan Fernandez pada menit ke-85 dan gol penentu kemenangan dari sundulan Martinez pada masa injury time.
Catatan dari Opta menunjukkan pertandingan berjalan sangat keras sejak awal dengan terjadinya 12 pelanggaran tanpa satu pun tembakan dalam 30 menit pertama pertandingan.
Kemenangan ini membawa sang juara bertahan Argentina melaju ke partai puncak untuk menghadapi juara Eropa, Spanyol, di East Rutherford, New Jersey pada hari Minggu mendatang.
"I dreamed it, I swear. I told Alexis (Mac Allister) that I was going to score. I told him that I was going to come on and I was going to win it. I can tell you this team keeps showing what it’s made of," tutur Lautaro Martinez, Penyerang Argentina.
Kapten Inggris Harry Kane mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan timnya mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan semifinal tersebut.
"I’m gutted for the team, the staff, the fans. We worked so hard to be here. The lads have given every bit of blood, sweat and tears. To fall short like we did is just gutting," kata Harry Kane, Kapten Inggris.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji semangat pantang menyerah anak asuhnya yang terus bertarung hingga detik terakhir laga meskipun sempat tertinggal.
"It is a show of the collectiveness, the brotherhood that we are in, the fight to the very end that we’ve got. We were ready to go home, sad, knowing that we had left everything on the pitch, but after they scored we really proved ourselves," ujar Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
Ia juga menambahkan bahwa para pemainnya memiliki keunikan tersendiri dalam menunjukkan perjuangan luar biasa di atas lapangan.
"We’re going to try to win, we’re going to leave everything out there. It’s very difficult to get people to understand what these players are showing. It’s incredible.
We are unique, truly, and it’s not arrogance, it’s from the heart. We are unique," tambah Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
Di sisi lain, pelatih Inggris Thomas Tuchel menyebut bahwa perubahan mentalitas bermain setelah unggul menjadi penyebab utama kegagalan anak asuhnya mempertahankan kemenangan.
"Argentina played with more risk, played with more rhythm, played with the feeling maybe that they have nothing to lose anymore, which freed them up and held us back because we played suddenly with a feeling that we have a lot to lose," jelas Thomas Tuchel, Pelatih Inggris.
Atas hasil ini, Inggris dijadwalkan akan menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan medali perunggu atau tempat ketiga pada hari Sabtu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow