Telkom Dorong Indonesia Jadi Hub Konektivitas Asia Pasifik
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berupaya memperkuat strategi konektivitas internasional dengan membidik Indonesia sebagai hub strategis di kawasan Asia Pasifik. Strategi ini dipaparkan dalam ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Rabu (26/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengungkapkan bahwa ambisi tersebut akan direalisasikan melalui pengembangan koridor konektivitas global dan jaringan Indonesia Cable Express (ICE).
"Ambisinya adalah memosisikan Indonesia bukan hanya sebagai tujuan konektivitas, tetapi sebagai hub strategis di kawasan Asia Pasifik," ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.
Langkah strategis Telkom Group ini disokong oleh infrastruktur fiber optik sepanjang 545.011 km, yang terdiri atas 115.844 km jaringan domestik dan 429.167 km jaringan internasional. Jaringan domestik Telkom telah menjangkau 458 ibu kota kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Untuk jangkauan internasional, Telkom Group memiliki akses terhadap 34 sistem kabel laut global, yang mencakup 12 sistem konsorsium dan 22 sistem berbasis kapasitas sewa atau kepemilikan. Infrastruktur ini diperkuat 211 Point of Presence (PoP) di 38 negara, kehadiran di 15 negara, serta 36 pusat data domestik dan global.
Perusahaan kini mentransformasi model bisnis wholesale internasional dari sekadar menjual kapasitas kabel laut menjadi pengelola platform rute terintegrasi. Koridor ini mengintegrasikan sistem kabel laut, jaringan terestrial, pusat data, dan koneksi cloud secara menyeluruh dari ujung ke ujung.
Melalui pendekatan konektivitas antar-PoP dan otomatisasi jaringan, kapasitas yang disediakan dapat disesuaikan secara fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan. Pada koridor prioritas, Telkom menyiapkan empat hingga lima rute alternatif untuk menjamin redundansi dan keandalan jaringan saat terjadi gangguan.
"Singkatnya, kami bergerak dari sambungan individual menuju koridor, dan dari konektivitas menuju layanan yang dikelola secara menyeluruh," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.
Infrastruktur berkapasitas besar dan berlatensi rendah ini dirancang untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI global dari perusahaan teknologi serta platform digital. Lewat peta jalan ICE, Telkom memperkuat rute utama intra-Asia, Trans-Pasifik, dan Asia-Eropa, yang menghubungkan Indonesia ke Singapura, Asia Utara, Australia, Jepang, hingga Amerika Serikat.
"Inilah model konektivitas yang dibutuhkan oleh hyperscaler, perusahaan, dan platform digital dalam ekonomi yang digerakkan oleh AI," ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.
Telkom juga mengagendakan ekspansi tahap berikutnya yang mencakup rute Timur Tengah, Afrika, Trans-Atlantik, hingga koridor Amerika Serikat-Amerika Latin. Peta jalan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan trafik layanan masa depan seperti AI, transaksi keuangan, augmented reality, dan industri gaming.
"Tujuannya bukan sekadar membangun lebih banyak kabel. Tujuannya adalah menciptakan jaringan koridor strategis yang terintegrasi agar Indonesia menjadi gerbang yang lebih kuat antara pasar Asia Pasifik dan ekonomi digital global yang lebih luas," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow