Presiden Taiwan Latihan Evakuasi Kendaraan Tempur Antisipasi Serangan Kepemimpinan
Presiden Taiwan Lai Ching-te dan stafnya menjalani latihan evakuasi menggunakan kendaraan lapis baja pada Rabu malam sebagai bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang di Taipei, Taiwan. Kendaraan personel lapis baja membawa Presiden Lai dan stafnya dari kantor mereka ke pusat komando yang diperkuat dekat Kementerian Pertahanan. Juru bicara kepresidenan, Karen Kuo, mengatakan latihan tersebut bertujuan meninjau struktur komando, koordinasi antar lembaga, dan mekanisme respons darurat agar pemerintahan tetap efektif dan menjaga keamanan nasional.
Latihan yang dinamai "Wan Chun" merupakan bagian dari latihan militer terbesar di Taiwan yang berlangsung selama 10 hari sejak Rabu.
Wan Chun mensimulasikan evakuasi pemimpin Taiwan ke tempat aman jika terjadi perang atau keadaan darurat, dengan tujuan mempersiapkan presiden menghadapi kemungkinan invasi. Presiden Lai ikut berpartisipasi untuk pertama kalinya, sementara pemimpin sebelumnya seperti Tsai Ing-wen dan Ma Ying-jeou pernah mengikuti latihan serupa.
Latihan ini telah ada sejak era Perang Dingin ketika pemimpin Taiwan saat itu, Chiang Kai-shek, mewaspadai upaya pengambilan alih oleh Partai Komunis Tiongkok yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya. Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji membawa Taiwan di bawah kendali partainya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer.
Beijing terus memberi tekanan dengan latihan militer dan aktivitas zona abu-abu, menggunakan taktik non-militer di sekitar pulau Taiwan. Situasi keamanan global mendorong pentingnya latihan Taiwan tahun ini, terutama setelah operasi penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS dan serangan kepemimpinan Iran oleh AS dan Israel. Charles Lyons-Jones dari Lowy Institute menulis bahwa Taiwan harus mempersiapkan diri dengan cepat menghadapi skenario yang berkembang seperti di Iran.
Seorang pejabat pertahanan senior Taiwan mengatakan latihan ini bukan lagi simulasi terpisah tapi relevan dengan situasi nyata.
Selain itu, pada Kamis malam, pasukan Taiwan berlatih mempertahankan Jembatan Danjiang yang strategis, jalur potensial bagi pasukan Tiongkok untuk memasuki Taipei. Jembatan sepanjang hampir satu kilometer ini berada di atas Sungai Tamsui dan dekat pelabuhan serta pantai yang bisa dipakai sebagai pangkalan militer oleh Tiongkok. Pasukan Taiwan membangun blokade dengan barikade dan kawat berduri untuk menghalau serangan musuh melewati jembatan tersebut.
Lebih dari 20.000 reservis dikerahkan dalam dua hari pertama latihan untuk mempertahankan infrastruktur penting seperti pelabuhan, pembangkit listrik, dan jembatan.
Sistem rudal pertahanan udara seperti Patriot dan Tien-Kung juga terlihat di jalanan pusat kota Taipei. Minggu depan, untuk pertama kalinya Taiwan akan sengaja memperlambat kecepatan internet seluler sebagai uji komunikasi saat darurat, termasuk kemungkinan invasi Tiongkok.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow