Siswa SMK di Kupang Tikam Guru Bahasa Inggris Saat Tidur
Aparat Polsek Kota Lama menangkap seorang siswa SMK Pelayaran Kupang berinisial A (16) usai menikam gurunya, Soleman Malo alias Eman (27), di asrama sekolah yang berlokasi di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/8/2026) malam.
Aksi penyerangan tersebut mengakibatkan korban yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris mengalami luka robek di kepala bagian atas hingga mendapat 11 jahitan, serta luka di kepala bagian kiri sebanyak 13 jahitan. Peristiwa penganiayaan ini resmi dilaporkan oleh Juvriano Daniel Laga (49) ke Polsek Kota Lama pada Kamis (13/8/2026).
Insiden bermula saat korban tengah tertidur di kamar asrama. Pelaku mendatangi lokasi dengan menutupi wajahnya menggunakan kaus olahraga, lalu menggedor pintu sambil berteriak memanggil korban sebelum mendobrak masuk dan melancarkan serangan menggunakan pisau dapur.
Dugaan ini diperkuat karena ada teriakan Pak, Pak sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban, kata Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman.
Sebelum insiden terjadi, korban sempat mengirimkan pesan singkat via WhatsApp kepada rekan sesama guru, Wilhelmus Woga (29), mengabarkan adanya orang luar membawa pisau yang masuk ke area sekolah. Wilhelmus yang menyusul ke lokasi menemukan bercak darah di depan pintu kamar, di dalam ruangan, hingga di lapangan asrama.
Usai penikaman, korban berteriak meminta tolong hingga membangunkan penghuni asrama lain. Siswa kelas I bernama Umbu Henci Hama Duna Nahak (15) bersama rekan-rekannya langsung mendatangi kamar korban yang berlumuran darah dan membawanya ke RSUD SK Lerik Kota Kupang menggunakan mobil warga sekitar.
Tim penyidik Polsek Kota Lama pimpinan Kanit Reskrim Ipda Deky Tanebeth bergerak cepat mengumpulkan informasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, polisi menangkap pelaku di kamar kosnya di Jalan Anggrek, Bimoku, Kelurahan Lasiana, pada Kamis (13/8/2026) siang tanpa perlawanan.
Di hadapan penyidik Polsek Kota Lama, remaja asal Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor ini mengakui seluruh perbuatannya. Siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga tersebut berdalih memendam dendam lantaran sering direndahkan oleh korban.
Pelaku sering disebut kampungan, singgung orang tua dan kampung halamannya di Alor sehingga hal itu membuatnya sakit hati, ungkap AKP Zainal Arifin Abdurahman.
Pernyataan serupa disampaikan langsung oleh pelaku saat menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kota Lama.
Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati, tutur A.
Pelaku mengungkapkan bahwa rasa sakit hatinya telah berlangsung lama karena korban kerap mengejek para siswa yang berasal dari daerah luar Kota Kupang.
Saya sakit hati dan dendam karena korban sering merendahkan kami apalagi kami dari daerah. Bukan saya saja yang tidak suka dengan korban, tapi banyak teman yang tidak suka dengan dia, ujar A.
Puncak kemarahan A terjadi pada Rabu malam setelah ia merasa korban kembali melontarkan ucapan yang menghina dirinya dan keluarganya. A kemudian mengambil pisau dapur dari rumah kosnya lalu mendatangi asrama sekolah.
Saya ketuk pintu kamar tapi tidak dibuka, jadi saya dobrak pintu kamar hingga terbuka dan langsung menikam korban beberapa kali, kata A.
A juga membantah adanya motif lain di balik tindakan nekat yang ia lakukan tersebut.
Tidak ada niat lain, saya hanya sakit hati jadi saya ambil pisau dapur di kost dan cari korban di asrama lalu saya tikam dengan pisau, kata A.
Pihak kepolisian masih terus mendalam kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk para guru dan siswa. Saat ini, polisi fokus mencari barang bukti pisau dapur yang dibuang pelaku di tengah jalan saat melarikan diri dari kejaran warga, sementara korban masih menjalani perawatan medis di RSUD SK Lerik Kota Kupang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow