Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk Mengemban Jabatan Kapolda Papua Barat Daya
Polri melakukan penyesuaian penugasan pimpinan daerah dengan menunjuk Brigadir Jenderal Polisi Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Keputusan penunjukan mantan Wakapolda Riau tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memberikan penjelasan resmi terkait pergeseran posisi jajaran perwira tinggi tersebut pada Senin (31/8/2026).
"Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," kata Johnny.
Penugasan baru ini didasari oleh rekam jejak panjang Hengki Haryadi di bidang reserse kriminal sejak lulus dari Akademi Kepolisian pada 1996. Perwira tinggi kelahiran 16 Oktober 1974 ini mengawali karier penugasannya sebagai Kasat Lantas Polres Manatuto di Timtim pada 1998.
Jalur kepemimpinannya di satuan reserse terus berlanjut saat menjabat Kasat Reskrim Polres Tulangbawang pada 2004 dan Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung pada 2006. Kariernya menanjak ke wilayah hukum Polda Metro Jaya sejak 2010 hingga dipercaya memimpin jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat pada 2011 serta Polres Metro Jakarta Barat pada 2012. Saat mengemban amanat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok pada 2015, kepemimpinannya berhasil membongkar kasus penipuan oknum Bea Cukai dan menggagalkan penyelundupan barang ilegal asal Singapura senilai Rp4,2 miliar. Ia kemudian memimpin Polres Metro Jakarta Barat pada 2017 setelah sempat menjabat Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.
Pada periode tersebut, jajarannya menindak sejumlah kasus penanganan narkotika berskala besar. Langkah penegakan hukum mencakup penangkapan aktor Steve Emmanuel pada Desember 2018 dengan penyitaan 92,04 gram kokain, serta kolaborasi bersama Drug Enforcement Administration Amerika Serikat pada pertengahan 2019 yang berhasil menggagalkan penyelundupan 28 kilogram sabu modus bungkus kopi. Penindakan kejahatan jalanan turut menjadi fokus utama melalui pembentukan Tim Pemburu Preman Jakarta Barat. Jajaran kepolisian meredam praktik premanisme lahan di Kalideres pada November 2018 yang berujung pada penangkapan pimpinan kelompok, Rosario de Marshal alias Hercules.
Tugas kepemimpinan wilayah berlanjut saat Hengki dipercaya menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2021. Di bawah arahannya, jajaran kepolisian mengungkap peredaran narkoba seberat 36 kilogram, menangkap pasangan publik figur Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie atas kepemilikan 0,78 gram sabu, serta mengusut kasus pembakaran Pos Polisi Pejompongan pada 11 April 2022. Pengalaman penegakan hukum semakin diperkuat saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penanganan perkara yang diselesaikan meliputi penyingkapan misteri kematian keluarga di Kalideres, kematian ibu-anak di Depok, kasus penganiayaan David Ozora oleh Mario Dandy, hingga penangkapan pelaku penipuan jual-beli ponsel Rihana-Rihani yang merugikan korban hingga Rp35 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow