Kapolri memutasi Astamaops dan sejumlah jabatan Pati Pamen Polri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melaksanakan mutasi dan rotasi terhadap sejumlah Perwira Tinggi dan Perwira Menengah di lingkungan Polri, termasuk posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Keputusan itu tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan 30 Agustus 2026, dengan total 344 personel mendapat promosi atau penempatan jabatan baru.
Irjen Pol Roycke Harry Langie ditunjuk sebagai Astamaops Kapolri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara. Ia menggantikan Komjen Pol Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.
Untuk posisi As SDM, Irjen Pol Jawari mengemban jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun. Pada posisi Koordinator Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol Ruslan Ependi dipercaya mengisi jabatan tersebut untuk menggantikan Irjen Pol Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangan di Jakarta menyampaikan bahwa mutasi ini tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.
"Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP/2026, ST/1878/VIII/KEP/2026, dan ST/1879/VIII/KEP/2026," kata Johnny Eddizon Isir.
Menurut dia, dari keseluruhan personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapat promosi atau penempatan jabatan baru. Sejumlah personel lain menyelesaikan pendidikan, berangkat pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.
Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi menjadi bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan dan karier personel Polri.
"Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," ujar Johnny Eddizon Isir.
Ia menambahkan bahwa seluruh pejabat yang menerima amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal, termasuk melanjutkan program yang sudah berjalan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
"Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Johnny Eddizon Isir.
Di tingkat Polda, jabatan Kapolda Sulawesi Utara yang ditinggalkan Irjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Astamaops diisi Brigjen Pol Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri. Pergantian juga terjadi pada kepemimpinan Polda Papua Barat Daya, dengan Brigjen Pol Hengki Haryadi dari posisi Wakapolda Riau, serta Wakapolda Riau yang diemban Brigjen Pol Simson Zet Ringu dari posisi Wakapolda Gorontalo.
Pada posisi Wakapolda Gorontalo, Kombes Pol Dedy Suhartono menggantikan pejabat sebelumnya yang disebut mengawali penugasan di Korlantas Polri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow