Singapura Kucurkan Tunjangan Rp976 Juta per Anak Hingga Usia 17 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Singapura meluncurkan program SG Child Support Package dengan mengalokasikan bantuan finansial langsung hingga hampir S$70.000 atau sekitar Rp976,5 juta bagi setiap anak warga negara Singapura hingga berusia 17 tahun.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan strategis tersebut saat menyampaikan pidato tahunan National Day Rally pada Minggu (23/8/2026) sebagai respons atas penurunan angka kelahiran total yang menyentuh rekor terendah 0,87 pada 2025.

Data Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan Perbatasan (ICA) mencatat jumlah kelahiran pada 2025 turun 11,4 persen menjadi 29.864 bayi dibandingkan 33.703 pada 2024. Selisih antara angka kelahiran dan kematian kini menyempit menjadi hanya 3.365 jiwa.

Melalui kebijakan teranyar ini, pemerintah mengalihkan fokus dari sekadar insentif kelahiran menjadi dukungan menyeluruh terhadap peran sebagai orang tua. Skema baru yang menggantikan Baby Bonus Scheme dan Large Families Scheme ini mulai berlaku penuh pada 1 April 2027.

"Saat ini, warga Singapura menikah di usia yang lebih tua. Pada saat mereka menikah, banyak yang sudah lebih mapan dalam karier dan berpenghasilan lebih tinggi," kata Wong, dikutip dari laman resmi PM Singapura.

Pergeseran demografi tersebut menyebabkan banyak pasangan muda melampaui batas pendapatan untuk mengakses hunian subsidi. Pemerintah kemudian menaikkan batas pendapatan flat BTO dari S$14.000 menjadi S$16.000 dan kondominium eksekutif dari S$16.000 menjadi S$18.000.

"Kami ingin memastikan sebagian besar pasangan di Singapura bisa terus memiliki akses ke perumahan publik bersubsidi," ujar Wong.

Kemudahan skema undian flat juga diberikan kepada pasangan yang baru pertama kali memiliki atau sedang mengharapkan anak untuk mempercepat kepemilikan rumah.

"Kami akan memberikan satu kesempatan undian tambahan kepada keluarga yang baru pertama kali mengajukan permohonan flat baru - untuk setiap anak yang mereka miliki, atau yang sedang mereka harapkan," ujar dia.

Sistem undian bertingkat ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan ruang bagi keluarga yang terus berkembang.

"Ini akan secara signifikan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan flat," imbuh Wong.

Setiap anak yang lahir mulai 1 April 2027 akan menerima bantuan tunai awal S$10.000, hibah MediSave S$5.000, serta modal awal Child Development Account (CDA) S$5.000 beserta dana pendamping pemerintah hingga S$5.000.

"Karena kami ingin membantu keluarga yang sedang berkembang untuk segera mendapatkan rumah," ungkap Wong.

Pemerintah juga menyediakan Kredit Anak tahunan sebesar S$2.000 dari usia 1 hingga 16 tahun, dana Edusave berkala, serta insentif S$10.000 pada Rekening Pendidikan Pascasarjana (PSEA) saat anak berumur 17 tahun.

"Jadi secara keseluruhan, setiap anak di Singapura akan menerima hampir US$70.000 [sekitar Rp975 juta] dalam bentuk dukungan finansial langsung seiring pertumbuhan mereka," jelas dia.

Bantuan ini didistribusikan secara merata tanpa membedakan urutan kelahiran anak, kondisi keluarga, maupun status pernikahan orang tua. Anak dari orang tua tunggal kini turut berhak menerima hak finansial yang sama.

"Jika digabungkan, setiap anak Singapura akan menerima hampir S$70.000 dalam bentuk dukungan finansial langsung selama masa pertumbuhan mereka," kata Wong, dikutip dari Channel News Asia.

Kementerian Transportasi dan Kementerian Pembangunan Nasional Singapura kini tengah menyiapkan regulasi insentif tambahan terkait biaya transportasi, kesehatan, dan perumahan bagi keluarga besar.

"Pada akhirnya, keputusan untuk memiliki anak merupakan keputusan yang sangat pribadi. Kebijakan saja tidak dapat membuat hal itu terjadi. Namun, yang dapat kami lakukan adalah mempermudah warga Singapura yang ingin memiliki anak untuk memulai dan membesarkan keluarga," ujar Wong.

Pemerintah Singapura juga menanggung seluruh biaya cuti mengurus anak yang diatur undang-undang guna mereduksi beban finansial pengusaha.

"Karena setiap anak menerima dukungan yang sama, keluarga dengan lebih banyak anak secara alami akan menerima lebih banyak dukungan secara keseluruhan," kata Wong.

Penyesuaian nilai tunjangan bertahap juga diberikan kepada anak-anak yang lahir sebelum 1 April 2027 agar tetap memperoleh total nominal tunjangan tunai sebesar S$10.000.

"Kami punya tujuan untuk lebih dari sekadar perbaikan bertahap atau perubahan pada skema individual. Kami ingin melakukan perubahan mendasar dalam hal cara kami mendukung keluarga," ujar Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dalam pidato Rapat Umum Hari Nasional ketiganya, Minggu (23/8).

Rincian teknis kebijakan pendukung keluarga ini akan difinalisasi dan disampaikan secara bertahap dalam anggaran negara mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed