Saling Gempur Drone Rusia dan Ukraina Tewaskan Puluhan Warga Sipil

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi serangan drone antara Rusia dan Ukraina pada Sabtu (22/8/2026) mengakibatkan sedikitnya 21 orang tewas serta belasan fasilitas sipil dan ekonomi hancur di wilayah permukiman kedua negara.

Gelombang serangan Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelenskyy, yang menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 100 warga. Sementara di wilayah Mykolaiv, serangan terpisah merusak apotek serta toko swalayan, tewas empat orang.

Pasukan Ukraina merespons dengan meluncurkan ratusan drone kamikaze ke wilayah Moskow, Krasnodar, dan Samara. Di distrik Yeysk, serangan drone menghantam bangunan tempat tinggal dan merenggut nyawa dua anak.

"Laporan yang menyatakan rezim Kiev menggunakan drone Inggris untuk melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia mengonfirmasi London sengaja memilih eskalasi krisis Ukraina, sembari berbuat munafik dengan mengutarakan keinginan untuk berdamai," ungkap Kedutaan Besar Rusia di London.

Pihak kedutaan menegaskan keterlibatan pihak asing akan memperberat dampak konflik di kawasan tersebut.

"Semakin dalam keterlibatannya dalam konflik ini dan semakin besar dukungannya terhadap mesin teroris Kiev, makin mahal pula harga yang harus mereka bayar," tambahnya.

Pemerintah Rusia mengklaim berhasil menjatuhkan lebih dari 330 drone Ukraina dari total 637 unit yang diluncurkan. Di sisi lain, serangan balasan Ukraina menyasar fasilitas logistik perusahaan ritel besar Rusia seperti Wildberries dan Ozon.

Pemerintah Ukraina turut mengonfirmasi jatuhnya korban di pihak mereka akibat gempuran udara Rusia.

"Pagi ini, infrastruktur sipil dan bangunan tempat tinggal di distrik Yeysk diserang oleh drone," kata Veniamin Kondratyev, gubernur wilayah Krasnodar di Rusia selatan.

Gubernur Kondratyev menyayangkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan anak-anak akibat gempuran tersebut.

"Akibat serangan keji lainnya... Dua anak tewas, dan dua orang dewasa dirawat di rumah sakit," tambahnya, dilansir kantor berita AFP.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan pernyataan keras mengenai gempuran yang menimpa fasilitas publik di negaranya.

"Serangan-serangan ini, setidaknya, merupakan tindakan teror," kata Zelenskyy melalui unggahan di X.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah korban sipil dalam empat bulan pertama tahun 2026 mengalami lonjakan hingga 21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed