Samsung Bentuk Divisi RX untuk Kembangkan Robotika dan AI Fisik

Smallest Font
Largest Font

Samsung mendirikan divisi baru bernama Robotics eXperience (RX) untuk menyatukan seluruh upaya riset dan pengembangan robotika perusahaan. Dilansir dari Detik iNET, unit kerja baru ini dipimpin langsung oleh CEO Samsung, TM Roh. Divisi RX bermarkas di pusat riset dan pengembangan Samsung di Seoul.

Selain itu, perusahaan berencana membuka pusat pengembangan robotika di Amerika Serikat, Jepang, dan China guna memanfaatkan keahlian tenaga kerja lokal. Pengisian posisi strategis telah dimulai dengan merekrut Lee Dong-geon sebagai kepala strategi divisi RX sejak Mei. Sebelum bergabung dengan Samsung, Lee merupakan pemimpin tim strategi robotika di Hyundai, termasuk Boston Dynamics.

Selain Lee, Samsung memboyong Kim Eui-gyeom yang merupakan profesor dari Ajou University spesialis tangan dan manipulasi robotika. Perusahaan juga telah memiliki Robotic Hand Labs yang tengah mengembangkan teknologi tangan robot canggih secara rahasia.

Fokus awal divisi RX adalah mengembangkan robot untuk kebutuhan industri. Teknologi ini akan digunakan sebagai otomatisasi di seluruh fasilitas manufaktur Samsung sebagai fase uji coba sebelum ditawarkan ke perusahaan lain. Jika sesuai rencana, seluruh fasilitas manufaktur Samsung ditargetkan berubah menjadi pabrik otonom AI pada tahun 2030, seperti dikutip dari GSM Arena pada Kamis (23/7/2026).

Samsung juga menaruh minat pada pengembangan robot humanoid yang memiliki fisik mirip manusia. Berdasarkan laporan Korea JoongAng Daily, produksi robot humanoid ini direncanakan mulai berjalan pada tahun ini. Penguatan posisi di sektor robotika turut dilakukan melalui pendanaan startup serta langkah merger dan akuisisi. Strategi ini telah berjalan sejak tahun 2024, saat Samsung menjadi pemegang saham mayoritas di startup Rainbow Robotics.

Pembentukan divisi RX mempertegas keseriusan Samsung dalam menggarap proyek AI fisik. Tren ini juga diminati perusahaan teknologi lain, seperti penggabungan perusahaan robotika Alphabet ke Google pada Februari serta langkah OpenAI yang mengembangkan speaker pintar sebagai manifestasi fisik ChatGPT.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed