Saham BBCA Diperdagangkan Rp 227,1 Miliar di Pasar Negosiasi BEI

Smallest Font
Largest Font

Transaksi bernilai lumayan terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8/2026). Aktivitas perdagangan ini mencatatkan volume yang cukup signifikan di tengah pergerakan harga sahamnya.

Berdasarkan data RTI yang dikutip dari Investor Daily, sebanyak 361.234 lot saham Bank Central Asia diperdagangkan di pasar nego BEI. Transaksi tersebut berlangsung pada harga Rp 6.287 per saham dengan akumulasi nilai mencapai Rp 227,1 miliar.

Hingga informasi perdagangan ini dihimpun, belum dirilis keterangan resmi mengenai pihak maupun latar belakang di balik transaksi saham BBCA di pasar negosiasi tersebut.

Sementara itu di pasar reguler, pergerakan saham emiten perbankan raksasa ini terpantau stagnan pada posisi Rp 6.300. Volume perdagangan mencapai 35,62 juta saham melalui frekuensi 6.456 kali, dengan total nilai transaksi Rp 224,2 miliar.

Kondisi ini terjadi setelah harga saham BBCA sempat terkoreksi 1,18% ke level Rp 6.300 pada sesi perdagangan Selasa (11/8/2026). Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 64,83 miliar pada hari tersebut.

Aksi lepas saham oleh investor asing ini membalikkan arah kebijakan dari hari sebelumnya. Pada Senin (10/8/2026), pemodal asing sempat membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 71,99 miliar di saham BBCA.

Sepanjang satu bulan terakhir, pergerakan harga saham berkode BBCA konsisten bertahan di rentang level Rp 6.000-an.

Mandiri Sekuritas memasukkan saham BBCA ke dalam daftar pilihan swing trade. Tim analis merekomendasikan titik masuk pada harga 6.450 dengan target harga mencapai 7.000, serta menyarankan batas stoploss bila menyentuh level 6.150.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan laba BCA pada semester II-2026 berjalan secara moderat. Proyeksi ini dipengaruhi oleh peningkatan beban operasional serta kenaikan biaya kredit yang berpotensi mendekati 60 basis poin.

Kendati demikian, potensi pemulihan margin bunga bersih (NIM) diperkirakan menjadi penyeimbang kinerja. Samuel Sekuritas memprediksi NIM BBCA pada semester II-2026 berada di kisaran 5,5–5,9%, melampaui panduan manajemen di rentang 5,4–5,6%.

Atas pertimbangan tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 7.150, mengacu pada asumsi rasio Price to Book Value (P/B) sebesar 2,8 kali untuk proyeksi 2026.

Rekomendasi beli juga diberikan oleh KB Valbury Sekuritas yang menetapkan target harga lebih tinggi, yakni Rp 9.480. Target ini didasarkan pada valuasi P/B sebesar 3,8 kali untuk perkiraan tahun 2026.

KB Valbury Sekuritas menilai koreksi harga saham BBCA belakangan ini membuka momentum masuk yang menarik bagi investor. Hal ini mengingat valuasinya saat ini berada di tingkat P/B 2,5 kali, yang dinilai mencerminkan diskon cukup dalam.

MNC Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 8.700. Angka tersebut mencerminkan estimasi rasio PBV sebesar 3,4 kali untuk tahun 2026 dan 3 kali untuk tahun 2027, di tengah realisasi kinerja semester I-2026 yang sesuai ekspektasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed