Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke 9 Kota Ukraina
Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan rudal dan drone ke sembilan kota di Ukraina yang dimulai malam Rabu (26/8/2026) hingga Kamis pagi (27/8/2026), termasuk ibu kota Kyiv, yang membuat ledakan terdengar hingga pagi hari.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, dengan seorang perempuan berusia 78 tahun tewas di Zaporizhzhia dan sembilan orang lainnya terluka di berbagai lokasi, menurut pejabat Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan menarget fasilitas militer seperti industri, kilang minyak, pusat logistik, dan pelabuhan. Namun, sejumlah kawasan sipil, termasuk blok apartemen, juga terdampak kerusakan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan melalui media sosial bahwa Rusia terus memperbesar serangan rudal dan Ukraina membutuhkan bantuan sistem pertahanan udara tambahan dari negara-negara Eropa guna menghadapi ancaman tersebut.
Zelenskyy dijadwalkan mengunjungi Moldova pada Kamis untuk menghadiri peringatan hari nasional Moldova, yang menguatkan hubungan kedua negara yang sama-sama merdeka pada 1991.
Kementerian Pertahanan Moldova melaporkan lima drone memasuki wilayah udaranya pada malam yang sama, meskipun pelaku serangan tidak diketahui, sementara Angkatan Udara Ukraina berhasil menjatuhkan atau mengganggu tujuh rudal balistik Rusia.
Serangan Rusia di Kyiv menyebabkan kerusakan pada empat distrik, termasuk blok hunian, sekolah, dan fasilitas medis, meskipun tanpa korban jiwa, menurut kepolisian setempat.
Di Poltava, pasukan Rusia menyerang fasilitas industri dan energi, sedangkan di Odesa, serangan selama lebih dari tujuh jam merusak gedung hunian 16 lantai, dua fasilitas pendidikan, dan elevator biji-bijian yang penting untuk ekspor produk pertanian Ukraina.
Di sisi lain, Ukraina hampir setiap malam melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanannya menembak jatuh 267 drone Ukraina di 14 wilayah Rusia, termasuk Krimea dan Laut Hitam.
Drone Ukraina kini menargetkan perusahaan e-commerce terbesar kedua Rusia, Ozon, setelah sebelumnya menyerang gudang perusahaan ritel daring terbesar Rusia, namun fasilitas Ozon tidak terbakar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow