Rupiah Menguat ke Rp17.806 Per Dolar AS pada 17 Agustus 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melaju ke zona hijau hingga menyentuh level Rp17.806 per dolar AS pada perdagangan Senin (17/8/2026). Sesi perdagangan pasar spot exchange mencatat mata uang Garuda berhasil menguat sebesar 21 poin atau 0,12 persen, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Pergerakan positif rupiah tersebut utamanya dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS. Laju mata uang Negeri Paman Sam menunduk seiring dengan mengendurnya spekulasi pasar mengenai proyeksi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS atau The Fed.
Penurunan kinerja mata uang Paman Sam terjadi setelah serangkaian indikator ekonomi AS mengonfirmasi adanya perlambatan. Data konsumsi rumah tangga AS tercatat melorot untuk pertama kalinya dalam kurun tiga bulan terakhir, sementara angka penjualan ritel turut mengalami koreksi bulanan yang terbilang tajam dalam setahun.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memberikan penjelasan mengenai dinamika yang terjadi di pasar keuangan internasional tersebut.
"Yang menyebabkan dolar melemah kemudian rupiah menguat adalah salah satunya meredanya kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga setelah data konsumen Amerika Serikat turun," ujar Ibrahim, Direktur PT Traze Andalan Futures.
Perkembangan data ekonomi terkini semakin memperkuat estimasi para pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan dalam tenggat waktu dekat.
"Data ini yang mendukung dalam pertemuan minggu ini Bank Sentral Amerika kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga. Bisa saja ke depan di bulan September akan menurunkan suku bunga," kata Ibrahim, Direktur PT Traze Andalan Futures.
Di samping indikator global, ancaman lonjakan harga minyak mentah yang merambat naik di atas US$80 per barel akibat eskalasi geopolitik masih berpotensi membayangi rupiah. Namun, pelaku pasar finansial saat ini cenderung memprioritaskan perhatian pada pelemahan data makroekonomi AS.
Otoritas moneter dalam negeri turut mengambil langkah taktis guna meredam volatilitas demi memelihara kestabilan nilai tukar nasional.
"Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar, baik di pasar internasional maupun pasar domestik. Tujuannya adalah untuk kembali mengawasi stabilitas mata uang rupiah di pasar internasional," ujar Ibrahim, Direktur PT Traze Andalan Futures.
Respons positif pelaku pasar modal juga terpicu oleh penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 pada Jumat (14/8/2026).
"Pidato kenegaraan presiden tentang APBN 2027 yang secara teori cukup bagus dan ini yang membuat rupiah kembali lagi mengalami penguatan," kata Ibrahim, Direktur PT Traze Andalan Futures.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow